
Kudus Dilirik Sejumlah Investor
Kamis, 10 Agustus 2017 11:06 WIB

"Untuk saat ini, tercatat ada salah satu investor yang sudah siap menanamkan investasinya di Kudus," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti di Kudus, Kamis.
Ia mengatakan, investor tersebut akan mendirikan pabrik pembuatan alas sepatu untuk dipasok ke pabrik sepatu di Kabupaten Jepara.
Hanya saja, dia mengaku, belum bisa memastikan apakah investor yang akan menanamkan investasinya itu tergolong investor asing atau lokal.
Untuk saat ini, kata Revli, baru tahap mengurus izin lokasi.
Sementara luas lahan yang dibutuhkan, kata dia, sudah tersedia di Kecamatan Jekulo dengan luas lahan sekitar 2,5 hektare.
Sebetulnya, kata dia, daya tarik Kudus terhadap investasi cukup bagus karena akses jalan yang memadai, terdapat sejumlah lembaga perbankan, serta dekat dengan bandara maupun pelabuhan.
Hanya saja, lanjutnya, untuk investor yang membutuhkan lahan cukup luas, memang kesulitan mendapatkannya karena masih sangat terbatas untuk mendukung kegiatan industri besar.
Berdasarkan tata ruang wilayah, katanya, lahan yang bisa dijadikan tempat industri sekitar 1.132 hektare yang tersebar di wilayah timur dan barat.
Di antaranya, wilayah timur mulai dari Desa Pladen hingga Desa Gondoharum (Kecamatan Jekulo), sedangkan wilayah barat mulai dari Desa Mijen hingga Sidorekso (Kecamatan Kaliwungu).
"Beberapa waktu lalu juga ada kunjungan dari instasi tertentu yang terkait pembangunan pipa gas dari Gresik ke Tanjung Emas, Semarang," ujarnya.
Apabila hal itu direalisasikan, dia optimistis, Kabupaten Kudus, akan semakin maju dan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
Dalam rangka menyambut investor yang akan menanamkan investasinya, kata dia, tata ruang wilayahnya memang perlu direvisi agar kebutuhan lahan yang dibutuhkan investor bisa dipenuhi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Bambang Tri Waluyo menyambut, positif rencana investor bakal mendirikan pabrik pembuatan alas sepatu.
"Jika benar direalisasikan, tentunya bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak," ujarnya.
Nantinya, kata dia, pihaknya akan memfasilitasi dalam penyerapan tenaga kerjanya, termasuk memastikan upah yang bakal diterima pekerja apakah sesuai ketentuan atau tidak.
Ia akan mengusulkan, penyerapan tenaga kerjanya diprioritaskan warga lokal Kudus.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
