Logo Header Antaranews Jateng

Program-program Ganjar Dinilai Layak Diaplikasikan Nasional

Kamis, 10 Agustus 2017 00:05 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (ANTARA FOTO/Edhy Susilo) ()

Semarang, ANTARA JATENG - Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro Semarang FX Sugiyanto menilai bahwa program-program dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama empat tahun menjabat dinilai berhasil sehingga layak diaplikasikan secara nasional.

"Program-program seperti pengendalian inflasi dengan aplikasi Sihati, kartu tani, kredit bunga rendah, SMK Jateng, dan pengendalian pungutan liar serta gratifikasi sudah selayaknya diadopsi nasional, terlebih jika efek dominonya bagus untuk masyarakat luas," katanya di Semarang, Rabu.

Ia mencontohkan, saat ini program Mitra Jateng 25 dan Mitra Jateng 02 dari Bank Jateng menjadi tren kredit dengan bunga rendah di Indonesia.

"Memang seharusnya didorong karena bagaimanapun suku bunga menjadi faktor penting untuk menarik investasi," ujarnya.

Apalagi, kata dia, kredit usaha kecil memang harus dikembangkan karena kebutuhan akses pembiyaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat tinggi.

"Sebagai contoh, dari 4,17 juta usaha di Jateng, 98 persen diantaranya adalah usaha kecil karena menjadi `market leader`, maka daerah lain arahnya juga akan ke sana (kredit bunga rendah)," katanya.

Ia menilai secara umum kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bisa dikatakan berhasil karena sejumlah program dalam bidang ekonomi berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bahkan saat ini pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 5,18 persen atau lebih tinggi dari nasional yang hanya tercatat 5,01 persen.

Menurut dia, reformasi birokrasi di Jateng yang menerapkan "Government Resource Management System" pada pembangunan juga patut mendapat apresiasi karena bisa menekan kebocoran anggaran.

"Ini rintisan birokrasi yang bersih. Setiap orang bisa mengakses dan mengawasi penggunaan sumber daya dari perencanaan dan pelaksanaan. Bicara reformasi birokrasi suka tidak suka Jateng sekarang `leader`," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan infrastruktur, Pemprov Jateng juga memiliki peranan yang signifikan, khususnya di pedesaan.

"Infrastruktur Jateng sangat bagus, dan sekarang ada tren Jateng tujuan investasi, berarti prospeknya bagus, stabilitas sosial jarang ada gejolak, ini tidak lepas dari `leadership` gubernurnya," katanya.

Kendati demikian, Sugiyanto menyarankan Pemprov Jateng agar terus mengejar penurunan angka kemiskinan di provinsi setempat.

"Saat kali pertama menjabat gubernur tahun 2013, angka kemiskinan di Jateng tercatat 14,44 persen, sedangkan data Badan Pusat Statistik pada Maret 2017 tercatat turun 13,01 persen," ujarnya.

Ia mengakui penurunan kemiskinan di Jateng memang belum signifikan dan ukuran keberhasilan di mata masyarakat sebenarnya banyak indikator.

Senada dengan Sugiyanto, pengamat kebijakan publik dari Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono setuju bahwa Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berhasil dalam membangun pemerintahan bersih dan pelayanan publik yang baik, meskipun daya ungkit ekonomi dari pembangunan infrastruktur yang pesat belum dapat dirasakan dalam jangka waktu dekat.

"Reformasi birokrasi baik, pelayanan publik bagus, transparansi pemerintahan, tidak antikritik, komunikasi politik cukup baik, namun usaha gubernur dalam pembangunan ekonomi mikro dan kesejahteraan masyarakat harus ditingkatkan," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026