Logo Header Antaranews Jateng

PLTU-Pemkab Batang Inisiasi Program Normalisasi Sungai

Selasa, 18 Juli 2017 22:17 WIB
Image Print
Suasana pembangunan PLTU di wiayah, Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/3). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pd/17)

Batang, ANTARA JATENG - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang menggandeng pemerintah daerah untuk menginisiasi program normalisasi sungai sebagai upaya meningkatkan produktivitas nelayan di wilayah terdampak.

Direktur Operasional PT BPI Shiroki Yamashita di Batang, Selasa, mengatakan bahwa BPI terus menjalankan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup para nelayan melalui program kemitraan yang disinergikan dengan program pemkab dan masyarakat nelayan setempat agar program yang dilakukan dapat tepat sasaran serta berkelanjutan.

"Sinergi BPI dengan pemkab untuk mengaplikasikan program normalisasi sungai itu dapat memberikan manfaat dan berkelanjutan bagi para nelayan di wilayah pesisir," katanya.

Pada kesempatan itu, Direktur Operasional PT BPI Shiroki Yamashita didampingi Manajer CSR, Pamungkas, dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batang Achmad Taufik memberikan bantuan sebuah mesin penyedot lumpur pada nelayan Desa Ujungnegoro.

Ia mengatakan inisiasi program tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan pengerukkan lumpur dengan ekskavator yang dilakukan dua bulan sebelumnya untuk menahan laju pendangkalan lumpur di muara Kalisono Ujungnegoro.

"Sebelumnya, nelayan cukup kesulitan untuk menambatkan atau mengeluarkan perahu karena adanya pendangkalan. Akan tetapi, setelah ada program tersebut lalu lintas perahu menjadi lebih lancar," katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batang, Achmad Taufik mengatakan bahwa dengan adanya tambahan peralatan berupa mesin penyedot lumpur maka program normalisasi bisa bertahan lama dan memudahkan nelayan untuk menjalankan aktivitas menangkap ikan.

"Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga muara Kalisono yang telah dinormalisasi melalui program CSR PT BPI tersebut agar muara ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi nelayan agar lebih mudah untuk melakukan kegiatan harian yang menjadi mata pencahariannya," katanya.

Ia mengatakan perhatian perusahaan terhadap masyarakat pesisir dan warga nelayan Batang tidak hanya dilakukan pada saat ini saja melainkan sudah sejak 2012 BPI yang secara aktif bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan secara serius membantu mereka melalui program CSR.

Sejumlah prgoram CSR yang dilakukan BPI, kata dia, antara lain memberikan pelatihan motivasi wirausaha, keterampilan budidaya, dukungan sarana produksi, pemberian modal bergulir, pembentukan bengkel las, penanaman mangrove, pembuatan apartemen ikan dan pembentukan kelompok usaha bersama.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026