
Petenis tuan Rumah Juara Junior Detec Open

Solo, ANTARA JATENG - Petenis tunggal putra tuan rumah M. Akmal Junaini berhasil merebut juara pertama KU 10 setelah mengalahkan unggulan kedua Michal Ihsan (Pati) pada final Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2017, di lapangan tenis Gelora Manahan Solo, Sabtu.
M. Akmal Junaini asal Sukoharjo itu menempati unggulan keempat pada Kejurnas tersebut mampu mengatasi perlawanan unggulan kedua Michal Ihsan melalui pertarungan tie break dengan skor 9-8 (2), sekaligus menyelamatkan muka tuan rumah satu-satunya yang merebut juara pertama.
Petenis M Akmal Junaini yang tampil penuh semangat karena mendapatkan dukungan para penonton, sering mampu mengembalikan bola dari lawan di tempat yang kosong. Petenis junior asal Sukoharjo itu, mampu mengimbangi permainan lawan dan akhirnya dapat menyelesaikan pertandingan melalui tie break 9-8 (2).
"Saya senang bisa mengalahkan Ihsan yang menempati unggulan kedua. Saya dua kali pertemuan dengan Ihsan belum pernah menang.
Namun, saya di Solo bisa mengalahkan dia," kata M Akmal usai bertandingan. M Akmal yang mampu merebut juara di KU 10 Kejurnas kalender kompetisi resmi PP Pelti (TDP) tersebut ternyata tidak diikuti petenis tuan rumah lainnya, Lucky Candra Kurniawan asal Sragen yang gagal merebut juara KU-16, setelah di final dikalahkan petenis Angga Saputra DKI Jakarta.
Lucky menempati urutan kedua, setelah kalah melawan unggulan ketiga Angga Saputra dengan rubber set 6-1 2-6 4-6. Pada bagian putri petenis Carrolina Martha Sanjayaasal Magelang sukses memboyong gelar juara KU 16 setelah mengandaskan unggulan pertama, Nadya Dhaneswara (Kudus). Wakil Magelang yang menempati posisi unggulan kedua itu menang rubber set dengan skor akhir 6-7(5) 6-4 6-1.
Selain itu, kelompok putra KU 12 juaranya direbut oleh petenis Faried Widyarohmadhiansyah asal Gunung Kidul (DIY), sedangkan petenis Rafli Zulkarnaen asal Sidoarjo (Jawa Timur) juara KU 14, dan Ida Bagus Adismara (Bali) menjadi juara KU 18.
Petenis Joanne Lynn Hartono asal Bandung merebut hasil terbaik kategori KU 12 tahun putri. Menurut Deddy Prasetyo selaku founder Detec pihaknya sebagai penyelenggara dinilai dari kuantitas merasa puas karena turnamen tahun kedua yang digelar di Solo ini mampu menarik minat lebih dari 380 peserta dari seluruh pelosok Indonesia.
"Kami juga gembira karena petenis yang bertanding di Detec Open 2017 ini, mengalami peningkatan. Mereka sudah tidak lagi tampil monoton, tetapi sudah memiliki variasi permainan," kata Deddy Prasetyo.
Namun, para petenis junior tersebut belum memiliki pola permainan yang memadai. Mereka hanya punya taktik sederhana, yakni mencecar sisi backhand lawan dan mengarahkan bola ke tempat yang kosong.
Oleh karena itu, Deddy berharap pada penyelenggaraan berikutnya juga akan digelar training camp bagi petenis yang berhasil menjuarai event tersebut dengan mendatangkan tutor berlevel dunia.
"Training camp itu, tidak hanya untuk petenis, tetapi juga didampingi pelatih mereka masing-masing, sehingga dapat membuka wawasan keduanya agar bersaing di level selanjutnya," katanya.
Sementara hasil pertandingan final selengkapnya, yakni kategori Putri KU 12 Joanne Lyn (Bandung) vs Nailah Jihan (Jember) 8-6; KU 16 Carrolina Martha (Magelang) vs Nadya Dhaneswara (Kudus) 6-7(5) 6-4 6-1.
Putra KU 10 M. Akmal Junaini (Sukoharjo) vs Michal Ihsan (Pati) 9-8(2); KU 12 Faried Widyarohmadhiansyah (Gunung Kidul) vs Putu Aryel Wahyu (Bali) 8-3; KU 14 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Adinda Satria Gamal (Kediri) 6-1 6-4; KU 16 Angga Saputra (DKI) vs Lucky Candra (Sukoharjo) 1-6 6-2 6-4, dan KU 18 IB Ngurah Adismara (Bali) vs Rizal Muzaqir (Bandung) 6-2 6-1.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
