
Pemkot Hemat Energi dan Air

Magelang, ANTARA JATENG - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, berkomitmen melakukan penghematan energi dan air, antara lain dengan penggunaan listrik dan air sesuai kebutuhan di berbagai organisasi perangkat daerah.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Pemkot Magelang Bambang Nuryanta di Magelang, Rabu, mengatakan sosialisasi hemat listrik, air, dan pemanfaatan energi terbarukan telah disosialisasikan untuk seluruh OPD.
"Supaya ada kesamaan persepsi tentang pentingnya hemat energi dan air," katanya saat menerima tim penilai lomba hemat energi dan air tingkat Provinsi Jateng di Ruang Sidang Lantai 2 Sekda Kota Magelang.
Ia mengatakan salah satu upaya untuk melaksanakan hemat energi dan air itu, antara lain pemasangan stiker berisi imbauan kepada siapa saja untuk mematikan lampu listrik di ruang kerja dan menutup kran air di kamar mandi jika sudah tidak digunakan.
Pihaknya juga telah memasang lampu listrik hemat energi di beberapa titik dan membuat resapan air di kompleks kantor sekda setempat.
Ia mengatakan pada masa mendatang telah direncanakan penerapan strategi hemat energi agar lebih efektif.
Pada kesempatan itu, tim penilai juga mengunjungi dua OPD Pemkot Magelang, yakni Kantor Sekda serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Magelang. Pada lomba serupa tahun lalu yang dilaksanakan Dinas Energi Sumber Daya Mineral Pemprov Jateng, Kantor Sekda Kota Magelang meraih juara kedua.
"Harapannya tahun ini, kami bisa juara pertama, namun yang lebih penting mengajak para pegawai untuk melaksanakan hemat energi dan air," katanya.
Ketua tim penilai, Dwi Lestari Novianti, mengatakan guna mendukung program hemat energi dan listrik, pemda bisa mengeluarkan kebijakan untuk berbagai OPD dan sekolah.
"Dalam rangka mendukung dan melaksanakan program efisiensi dan konservasi energi, dapat berupa surat edaran, instruksi, maupun imbauan dari pimpinan pemerintah daerah, mengenai penghematan energi dan listrik," katanya.
Selain itu, katanya, perlunya tiga tindakan utama, yakni mematikan listrik yang tidak digunakan atau mengurangi konsumsi listrik, mencabut colokan listrik dari alat-alat yang menggunakan energi listrik setelah selesai digunakan, serta menetapkan suhu penyejuk ruangan pada suhu 24-26 derajat Celsius.
Penghematan air, ujar Dwi yang juga Kepala Balai Pengawasan, Pengkajian, dan Pengendalian ESDM Jateng Wilayah Ungaran Telomoyo itu, dengan menggunakan air tanah secara efektif dan efisien untuk berbagai kebutuhan.
"Intinya bagaimana membiasakan pegawai hemat energi dan air," katanya.(hms)
Pewarta: Anggit Pamungkas
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
