
UNS Gelar Lomba Nembang Macapat

Solo, ANTARA JATENG - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret Surakarta menggelar lomba nembang macapat tingkat nasional 2017 yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia.
Lomba nembang macapat dalam rangkaian Dies Natalis ke-41 UNS tersebut dibuka oleh Ketua Dies Natalis Ke-41 UNS Joko Nurkamto didampingi Wakil Dekan I FIB UNS Warto di kampus UNS Surakarta, Selasa.
Joko Sukamto mengatakan salah satu budaya yang masih terekam begitu indah di kalbu adalah tembang-tembang macapat. Macapat merupakan tembang atau puisi tradisional Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata tertentu, dan berakhir pada guru lagu.
Menurut dia ketika mendendangkan dan mendengarkan tembang macapat bisa menyelami makna yang terkandung di dalam tembang-tembang tersebut.
"Di tengah maraknya budaya barat yang datang sudah waktunya kita kembali ke filosofi budaya sendiri yang amat luhur dan jelas sesuai dengan kehidupan kita yang beragam, mengajarkan kearifan dan kehalusan budi, tatakrama agung serta keharmonisan di tengah perbedaan," katanya.
Menurut dia, dalam upaya untuk melestarikan tradisi bangsa tersebut UNS dan Prodi Sastra Daerah FIB mengadakan lomba nembang macapat tingkat nasional khusus mahasiswa.
"Kami berharap dengan lomba nembang macapat ini, ada yang dibahas filosofi yang terkandung di dalam setiap tembang sekaligus untuk menyadarkan mahasiswa yang ikut lomba nembang mendapatkan pencerahan untuk kita kembali ke jati diri Bangsa Indonesia yang adi luhung," kata Joko.
Ia mengatakan ditengah-tengah hiruk pikuk globalisasi yang menyebabkan para generasi muda cenderung menjauh dari kebudayaan sendiri Prodi Sastra Daerah FIB UNS dan Panitia Dies Natalis UNS nguri-uri kebudayaan sendiri.
Nembang macapat tidak sekedar kesenian biasa, tetapi di dalamnya mengandung pitutur luhur yang mampu mengandung nilai-nilai luhur yang luar biasa.
Ketua penyelenggara lomba, Sisyono Eko Widodo mengatakan peserta lomba nembang macapat tersebut diikuti oleh 16 perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan jumlah peserta 95 mahasiswa/mahasiswi di antaranya, 58 putri dan 37 putra.
"Peserta lomba ini, berasal dari lima provinsi yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jateng, Jatim, dan Bali. Dengan lomba nembang macapat ini, dapat menumbuhkan rasa dan meningkatakan apresiasi pada generasi muda terhadapat budaya bangsa," kata Sisyono Eko Widodo.
Dia mengatakan macapat tidak ketinggalan zaman, artinya masih terupdate meski sudah sampai teknologi informasi yang sekarang semakin tinggi.
"Kami berharap lomba nembang macapat ini, tidak hanya di tingkat nasional tetapi dapat ke tingkat internasional," katanya.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
