Logo Header Antaranews Jateng

BI Perkirakan Jateng Hadapi Deflasi

Senin, 22 Mei 2017 19:32 WIB
Image Print
Ilustrasi. Bank Indonesia (BI). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Kota Semarang diperkirakan mengalami inflasi 0,51 persen secara mtm.

Semarang, ANTARA JATENG - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah memperkirakan pada bulan Mei 2017 Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,39 persen.

"Berdasarkan hasil survei pemantauan harga (SPH) minggu kedua bulan Mei 2017, inflasi di Jawa Tengah pada bulan Mei 2017 ini diperkirakan mengalami inflasi 0,39 persen secara `month to month`," kata Kepala BI Kanwil Jateng Hamid Ponco Wibowo di Semarang, Senin.

Sampai dengan minggu ketiga bulan yang sama, Kota Semarang diperkirakan mengalami inflasi 0,51 persen secara mtm.

Berdasarkan data, komoditas potensial penyumbang inflasi terbesar di Jawa Tengah sampai dengan minggu kedua bulan Mei 2017 di antaranya bawang putih sebesar 0,19 persen, telur ayam ras 0,07 persen, cabai merah 0,05 persen, bensin 0,03 persen, beras 0,02 persen, rokok kretek dan rokok kretek filter 0,01 persen.

Selain itu tarif listrik juga diperkirakan mengalami inflasi akibat kebijakan pencabutan subsidi listrik tahap ketiga yang mulai berlaku pada bulan Mei 2017 untuk rumah tangga 900 watt.

Komoditas yang diperkirakan mengalami deflasi di antaranya bawang merah sebesar -0,01 persen dan gula pasir -0,01 persen.

"Melihat perkembangan adanya penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah, secara keseluruhan tahun 2017 inflasi diperkirakan berada pada rentang atas sasaran inflasi 4 s.d. 1 persen," katanya.

Sebelumnya, tepatnya pada bulan April 2017 Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Ia mengatakan kondisi tersebut berbalik arah dari kondisi pada bulan sebelumnya di mana terjadi deflasi sebesar 0,12 persen.

"Capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 0,09 persen. Dengan perkembangan tersebut, inflasi Jawa Tengah sampai dengan April 2017 tercatat 1,71 persen dan secara tahunan tercatat 3,93 persen," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026