Logo Header Antaranews Jateng

Hendi Tak Bermimpi Maju Pilgub Jateng

Kamis, 18 Mei 2017 06:47 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Semarang, ANTARA JATENG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengaku sampai saat ini tidak pernah bermimpi untuk maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

"Sampai saat ini, saya tidak pernah punya mimpi ke arah sana. Saya merasa masih banyak pekerjaan rumah (PR) di Semarang," katanya, di sela "Ngopi Bareng Hendi" di Warung Kopi PIP Balai Kota Semarang, Rabu.

Meski pada beberapa kesempatan namanya selalu disebut dalam bursa kandidat Pilgub Jateng 2018, Hendi mengatakan belum berkeinginan maju, dan jika boleh memilih ingin tetap menuntaskan tanggung jawabnya memimpin Kota Semarang.

Sebagai kader PDI Perjuangan, orang nomor satu di Kota Semarang itu memahami bahwa penentuan kandidat untuk maju Pilgub Jateng merupakan hak prerogatif Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Selama ini, Mas Ganjar dan Pak Heru (Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko, red.) sebagai gubernur dan wakil gubernur kan kompak. Buktinya, sampai sekarang enggak pernah berantem. Kenapa harus diutak-utik," katanya.

Apalagi, kata dia, kemudian muncul beberapa analisis dalam bursa Pilgub Jateng yang memasangkan Ganjar dengan figur lain, atau Heru dengan figur lain, padahal keduanya selama ini bersinergi memimpin Jateng.

Berkaitan dengan banyaknya penghargaan yang diterimanya, Hendi juga menampik jika itu dikaitkan dengan persiapannya agar mendapatkan rekomendasi dari Megawati untuk maju dalam Pilgub Jateng mendatang.

"Penghargaanku tidak beli, tidak bayar. Tidak ada hubungannya (dengan pilgub, red.). Kecuali, saya punya niat seperti itu, misalnya bayar sekian supaya dapat penghargaan, dapat panggung," katanya.

Namun, kata dia, berbagai penghargaan yang didapatkannya merupakan hasil kerja keras seluruh warga masyarakat, bersama pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kota Semarang yang semakin hebat.

"Saya merasa di Semarang ini masih lucu-lucunya. Artinya, seluruh OPD sudah siap nyengkuyung, pengusaha juga sudah banyak yang oke untuk berinvestasi, dan koordinasi muspida juga oke," katanya.

Oleh karena itu, jika boleh memilih, Hendi merasa lebih enak memimpin Semarang dan menuntaskan semua PR yang masih tersisa meski semua keputusan berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026