
BKKBN Petakan Isu dan Permasalahan Dampak Kependudukan

Semarang, ANTARA JATENG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah melakukan pemetaan isu dan permasalahan dampak kependudukan dengan melibatkan pejabat terkait.
Pemetaan isu dan permasalahan dampak kependudukan yang dikemas dalam workshop tersebut dihadiri para pejabat bidang pengendalian kependudukan serta stakeholder terkait.
"Permasalahan kependudukan sangat beragam. Para peserta tengah melakukan analisis dan pemetaan permasalahan yang ada," kata Kepala BKKBN Provinsi Jateng Wagino di sela-sela workshop yang berlangsung di Semarang, Rabu.
Wagino menjelaskan bahwa saat ini jumlah penduduk sangat besar dengan kualitas yang masih rendah dan penyebaran yang tidak merata.
"Laju pertumbuhan penduduk Jateng misalnya dari idealnya 2,1 persen per tahun, saat ini masih berada di angka 2,5 persen per tahun," katanya.
Oleh karena itu, pejabat di bidang pengendalian penduduk yang berada di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota unit kerja BKKBN memiliki tugas melakukan analisis dampak kependudukan.
"Saya berharap akan ada kajian yang komprehensif sebagai basis untuk mengembangkan model solusi strategis dampak kependudukan," katanya.
Model solusi tersebut, lanjut Wagino, bisa berupa rencana aksi berbagai bentuk program pembangunan yang dilakukan melalui kegiatan intervensi yang dapat diimplementasikan dan terjaga kesinambungannya.
"Kajian dan model dampak kependudukan yang dihasilkan harus berkualitas agar dapat mendorong perumusan kebijakan dan strategi program KKBPK yang lebih berkualitas dan tepat sasaran," katanya.(adv)
Pewarta: BKKBN
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
