Logo Header Antaranews Jateng

Temanggung Lakukan Pengendalian Hama Tikus

Jumat, 28 April 2017 18:27 WIB
Image Print
Masyarakat Desa Lungge, Kabupaten Temanggung bersama anggota TNI dan Polri melakukan gerakan pengendalian hama tikus secara massal dengan pemasangan umpan beracun di areal persawahan. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)

Temanggung, ANTARA JATENG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan gerakan pengendalian hama tikus secara massal dengan pemasangan umpan beracun di areal persawahan.

"Tujuan kegiatan ini untuk membasmi hama tikus agar produksi padi tetap baik," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin di Temanggung, Jumat.

Gerakan pengendalian hama tikus secara massal itu dilakukan di Desa Lungge Kecamatan Temanggung yang melibatkan masyarakat, TNI dan Polri.

Merebaknya serangan hama tikus di Kabupaten Temanggung sejak Januari 2017 membuat hasil panen padi menurun.

Serangan hama tikus terjadi di delapan kecamatan di Kabupaten Temanggung yakni Kedu, Kandangan, Ngadirejo, Jumo, Temanggung, Candiroto, Kaloran dan Bulu.

"Dengan pengendalian tersebut diharapkan dapat mengurangi, bahkan membasmi hama hewan pengerat ini untuk meningkatkan produksi padi," katanya.

Menurut dia serangan hama tikus tidak bisa diprediksi, karena kontur wilayah Temanggung merupakan daerah perbukitan, yang terdiri atas sawah dan tegalan.

Selain itu, penanaman padi juga tidak serentak sehingga serangan hama tikus tersebut selalu berpindah-pindah.

Pemkab Temanggung pada 2017 menganggarkan dana preventif untuk mengatasi serangan hama tikus sebanyak Rp150 juta.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Harnani Imtikhandari mengatakan serangan hama tikus tahun ini cenderung tinggi dibandingkan pada 2016 yang hanya 43,8 hektare saja, dengan luasan sawah terancam 508 hektare.

Ia mengatakan serangan hama tikus ini cenderung fluktuatif, bisa jadi karena awal tahun 2017 curah hujan sangat tinggi.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026