
Pemkot Bangun Perpustakaan Digital

Terjadi pergeseran perilaku masyarakat membaca buku dari teks ke informasi digital melalui internet dan media sosial. Ini harus direspons secara positif
Magelang, ANTARA JATENG - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, akan membangun perpustakaan digital sebagai peningkatan layanan perpustakaan pada era kemajuan teknologi informatika saat ini, guna meningkatkan minat baca masyarakat setempat.
"Salah satu wujudnya berupa inovasi pembangunan perpustakaan digital agar perpustakaan semakin menarik masyarakat sebagai rujukan membaca," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkot Magelang Sri Rohmiati di Magelang, Kamis.
Tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan, ujarnya, saat membuka "Sosialisasi Kajian Minat Baca Masyarakat Kota Magelang" di Aula Gedung Kyai Sepanjang yang diikuti 275 peserta, sebagai salah satu indikator penting terhadap tingginya minat baca masyarakat.
Rohmiati menjelaskan tentang tantangan pengelolaan perpustakaan pada era digital saat ini yang antara lain harus disikapi melalui program inovasi layanan perpustakaan.
"Terjadi pergeseran perilaku masyarakat membaca buku dari teks ke informasi digital melalui internet dan media sosial. Ini harus direspons secara positif," ujarnya.
Kemajuan pesat teknologi informatika, katanya, apabila tidak dimbangi dengan perubahan pengelolaan perpustakaan dapat menghambat upaya meningkatkan minat baca masyarakat.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkot Magelang C. Dwi Ratri mengatakan pengembangan perpustakaan digital sebagai salah satu wujud inovasi dalam pengelolaan perpustakaan.
"Untuk pengadaan sarana dan prasarananya akan diusulkan dalam anggaran perubahan pada tahun ini," katanya.
Ia menjelaskan tentang manfaat penting perpustakaan digital, antara lain menghemat waktu, tempat, biaya, dan tenaga.
Masyarakat, ujarnya, bisa mendapatkan informasi melalui perpustakaan digital secara cepat. Mereka juga mendapatkan kemudahan akses informasi dari berbagai sumber.
Sejumlah program lainnya yang dilaksanakan instansi tersebut dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat, antara lain lomba literasi, pelatihan pengelolaan perpustakaan, menambah koleksi buku dan bacaan lainnya, serta layanan perpustakaan keliling.
"Kami upayakan mengoptimalkan layanan perpustakaan supaya siapa saja yang memakai dan mengunjungi perpustakaan akan merasa nyaman," ujarnya.
Pemkot setempat bekerja sama dengan PT Indonesia Consultant Development for Empowerment selama Februari-April 2017 melakukan survei tentang baca masyarakat Kota Magelang.
Dari 508 responden di tiga kelurahan yang menjadi sasaran survei itu, sekitar 44,5 persen menyatakan memiliki kewajiban membaca, sedangkan 13,4 persen memandang membaca sebagai hobi.
Narasumber dihadirkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkot Magelang dalam sosialisasi itu, yakni Direktur Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Jateng Indra Kertati Gunarto dan Deputy Direktur PT Indonesia Consultant Development for Empowerment Ulul Albab. (hms)
Pewarta: Ristanto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
