Logo Header Antaranews Jateng

4.200 Sapi di Banyumas Ditarget Bunting

Rabu, 26 April 2017 17:11 WIB
Image Print
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Didi Rudwianto (dua dari kanan) didampingi Inseminator melakukan inseminasi pada indukan sapi. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas Pemkab Banyumas)

Banyumas, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menargetkan 4.200 sapi bunting melalui inseminasi buatan guna mendukung program swasembada sapi pada tahun 2026 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo, kata Bupati Banyumas Achmad Husein.

"Kami sangat mendukung dan mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri," katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Didi Rudwiyanto saat Sosialisasi dan Pencanangan Upaya Khusus Sapi/Kerbau Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Lapangan Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Rabu.

Ia mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar target swasembada sapi serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan dan meningkatkan kesejahteraan peternakan rakyat.

Dalam Upsus Siwab di Kabupaten Banyumas dilakukan inseminasi buatan terhadap 6.000 ekor sapi per kerbau dan diharapkan menghasilkan kebuntingan sebanyak 4.200 ekor sapi per kerbau.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Banyumas Widarso mengatakan Upsus Siwab ditujukan untuk meningkatkan populasi sapi melalui optimalisasi inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan dan penanganan gangguan reproduksi guna meningkatkan efisiensi reproduksi ternak indukan.

"Terkait dengan hal itu, selama 1 Maret sampai 15 Desember 2017, pelaksanaan inseminasi buatan atau kawin suntik terhadap sapi dan kerbau, Dinkannak melayaninya secara gratis dan setiap harinya dilayani selama 24 jam," katanya.

Karena itu, dia meminta camat dan kepala desa untuk membantu sosialisasi program Upsus Siwab agar para peternak memanfaatkan program itu.

Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan Tim Inseminator yang kompeten untuk menurunkan gangguan reproduksi serta penyelamatan betina produktif guna mencapai keberhasilan program Upsus Siwab.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Inseminator membacakan deklarasi untuk mendukung program Upsus Siwab dengan menyatakan akan melakukan pelayanan secara profesional dan mengembangkan kerja sama dengan masyarakat petani ternak.

Mereka juga siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan pangan. ***3***

(U.KR-SMT/B/S023/S023) 26-04-2017 17:00:24



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026