Logo Header Antaranews Jateng

Harga Beras Turun, Kudus Deflasi

Selasa, 4 April 2017 17:01 WIB
Image Print
Pedagang menakar beras untuk pembeli di Jakarta, Jumat (20/2/15). Harga beras sejak 9 Februari 2015 melonjak hingga 30 persen, salah satunya disebabkan belum meratanya panen di daerah produsen beras di Jawa Barat dan Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Puspa P

Kudus, ANTARA JATENG - Harga jual beras yang mengalami penurunan dianggap sebagai salah satu variabel yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada bulan Maret 2017 yang mencapai 0,05 persen.

"Komoditas lain yang menjadi penyumbang terjadinya deflasi, yakni komoditas keramik, kacang panjang, cumi-cumi, tarif ponsel dan cabai merah," kata Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus Sapto Harjuli Wahyu di Kudus, Selasa.

Dari sejumlah kelompok pengeluaran, kata dia, sumbangan terbesar ditunjukkan oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,67 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen.

Ia mengatakan, perkembangan harga secara umum pada Maret 2017 mengalami penurunan.

Penurunan harga tersebut, terjadi pada komoditas beras, keramik, kacang panjang, cumi-cumi, tarif pulsa, dan cabai merah.

Adapun sub kelompok yang mengalami inflasi, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,31 persen, kelompok sandang 0,13 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,05 persen.

Ia mengungkapkan, di tingkat nasional pada bulan Maret 2017 juga mengalami deflasi sebesar 0,02 persen, sedangkan Jateng juga mengalami deflasi sebesar 0,12 persen.

Dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) di Jateng, katanya, semuanya mengalami deflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,15 persen, diikuti Kota Semarang sebesar 0,14 persen, Kota Cilacap dan Tegal masing-masing 0,11 persen, Kota Kudus 0,05 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,01 persen.

Laju inflasi tahun kalender sebesar 2,25 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" (Maret 2017 terhadap Maret 2016) sebesar 3,86 persen.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno menambahkan, harga berbagai komoditas pekan ini cenderung turun.

Di antaranya, terlihat pada komoditas cabai kini harganya turun dibanding sebelumnya.

"Cabai rawit merah yang sebelumnya sempat dijual dengan harga Rp140.000 per kilogram, pekan ini hanya dijual Rp55.000/kg," ujarnya.

Sementara cabai merah besar biasa teropong, katanya, dijual Rp22.000/kg, cabai merah kerinting dijual Rp16.000/kg dan cabai rawit hijau dijual Rp27.000/kg.

Untuk harga jual beras IR 64 premium, katanya, pekan ini dijual Rp9.000/kg dan IR 64 medium dijual Rp8.500/kg.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026