Logo Header Antaranews Jateng

Kudus gelar pasar murah menyediakan 5 ton komoditas beras untuk stabilisasi harga

Jumat, 10 Juli 2026 20:01 WIB
Image Print
Suasana pasar murah di depan kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar pasar murah dengan menyediakan komoditas beras sebanyak lima ton serta sejumlah komoditas pokok lainnya, sebagai salah satu upaya stabilisasi harga jual di pasaran pada Jumat.

"Beras yang disediakan itu, meliputi beras dari gabungan kelompok tani sebanyak dua ton dan beras berlabel stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak tiga ton," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo DI sela mengawasi pasar murah di kompleks kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Jumat.

Komoditas lain yang disediakan, kata dia, berupa telur ayam, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan gula pasir.

Untuk stok telur ayam, kata di, tersedia 200 kilogram (kg), minyak goreng tersedia 240 liter, bawang merah 20 kg, bawang putih 20 kg, cabai merah keriting 20 kg, dan gula pasir 700 kg.

Ia mengungkapkan semua komoditas dijual dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.

Misal, beras petani dijual Rp68.000 per kemasan isi 5 kilogram, kemudian beras berlabel stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) dijual Rp58.000/5 kg, minyak goreng dijual Rp15.500/ liter, gula pasir dijual Rp16.000/kg.

Dalam menggelar pasar murah dalam rangka "Gerakan Pangan Murah" itu, pihaknya menggandeng 40 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Komoditas yang tersedia terjual seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Pasar murah tersebut, kata dia, sebagai salah satu upaya pemerintah memutus rantai distribusi komoditas pangan sehingga harga pangan bisa lebih murah sehingga bisa melakukan stabilisasi harga, serta upaya pemkab dalam menekan laju inflasi.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menambahkan adanya gerakan pangan murah ini, selain untuk menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi, juga untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan yang murah.

Untuk keterlibatan UMKM, kata dia, menjadi salah satu strategi untuk memperluas dampak ekonomi dari gerakan ini.

"Untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah, Dinas Pertanian dan Pangan juga mengikutsertakan UMKM dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, agar dampak ekonomi yang hadir semakin luas," ujarnya.

Nantinya, kata Sam'ani, program pangan murah juga akan diperluas jangkauannya hingga ke tingkat kecamatan secara bergantian, untuk mendekatkan pasar ke masyarakat.



Baca juga: Polres Kudus bubarkan aksi balap liar dan amankan 16 motor



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026