Logo Header Antaranews Jateng

Tingkatkan Program KB, Jateng Libatkan Seluruh Stakeholder

Selasa, 14 Maret 2017 13:40 WIB
Image Print
Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Tahun 2017 bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (14/3). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Nur Istibsaroh)

Semarang, ANTARA JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengenjot keberhasilan program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga salah satunya dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk menggarap daerah terutama dengan capaian kepesertaan KB terendah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino dalam acara Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Tahun 2017 bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa.

Wagino menjelaskan bahwa program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga harus lebih diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang lebih realistis dan dibutuhkan masyarakat.

"Melalui Rakorda ini, diharapkan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan di semua tingkatan wilayah serta mitra kerja serta seluruh lapisan masyarakat dapat bersinergi, berkolaborasi, dan memiliki komitmen yang sama," katanya.

Ia menjelaskan salah satu bentuk sinergi dari sejumlah stakeholder yakni pembentukan Kampung KB yang pada tahun 2016 baru terbentuk 35 Kampung KB dari total 573 kecamatan yang ada di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Advokasi Pengerakan dan Informasi BKKBN Jateng Agus Pujianto menambahkan bahwa pada tahun 2017, BKKBN Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh kecamatan di kabupaten/kota Jawa Tengah dibentuk Kampung KB.

Pembentukan Kampung KB tersebut, lanjut Agus Pujianto, mengacu dari sejumlah indikator yakni dikarenakan tingkat kepesertaan KB yang rendah, padat penduduk, daerah miskin, dan wilayah kumuh

"Seluruh pihak dilibatkan seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan lainnya," katanya.

Manfaat dengan pembentukan Kampung KB, tambah Agus Pujianto, yakni meningkatkan rata-rata lama sekolah anak usia sekolah, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga.

Peserta KB aktif di Jateng pada tahun 2016 menunjukkan angka positif yakni mencapai 126,76 persen (dari target 4.173.650 peserta, realisasi 5.290.679 peserta).




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026