
Meningkat, Mahasiswa Kudus yang Jadi Relawan Donor

Kudus, ANTARA JATENG - Jumlah mahasiswa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menjadi relawan donor darah mulai meningkat, sehingga PMI Cabang Kudus tidak kesulitan mendapatkan pendonor untuk menambah stok darah, kata Direktur Unit Donor Darah PMI Cabang Kudus Anna Thesia.
"Kami mencatat ada empat perguruan tinggi di Kabupaten Kudus yang bekerja sama dengan PMI Cabang Kudus, sehingga setiap periode tertentu mahasiswanya dengan sukarela menyumbangkan darahnya untuk kepentingan kemanusiaan," kata Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Kudus Anna Thesia di Kudus, Kamis.
Ia mengatakan, jumlah mahasiswa yang mendonorkan darahnya untuk masing-masing perguruan tinggi berbeda-beda, karena disesuaikan dengan jumlah mahasiswanya.
"Terkadang, sekali kami datang mencapai 100-an mahasiswa," ujarnya.
Untuk saat ini, lanjut dia, jumlah mahsiswa yang menyumbangkan darahnya memang meningkat, karena ada perguruan tinggi yang menggelar donornya lebih cepat menjadi satu bulan sekali, dibandingkan sebelumnya tiga bulan sekali.
Ia berharap, kerja sama tersebut bisa terjalin secara berkelanjutan, sehingga stok darah yang dimiliki oleh PMI Kudus tersedia dalam jumlah yang aman.
Selain mengandalkan bantuan dari mahasiswa, PMI Kudus juga mengandalkan bantuan dari sejumlah pekerja dari beberapa perusahaan di Kudus yang juga rutin melakukan donor.
Upaya lainnya, yakni PMI Kudus juga melakukan jemput bola dengan membuka layanan donor di Alun-alun Kudus setiap akhir pekan pada malam hari.
Untuk siang harinya, PMI Kudus mendatangi sejumlah mitra yang hendak melakukan donor secara terjadwal.
Ia mengungkapkan, stok darah saat ini tersedia aman karena terdapat 531 kantong, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Dari jumlah sebanyak itu, meliputi darah golongan A sebanyak 176 kantong, golongan B sebanyak 112 kantong, darah golongan AB sebanyak 89 kantong, dan golongan O sebanyak 154 kantong.
Jumlah tersebut, katanya, masih bisa bertambah karena hari ini (2/3) ada kegiatan donor di STAIN Kudus.
Ketua UKM Korps Suka Relawan (KSR) Universitas Muria Kudus Ernis Solikhah membenarkan, bahwa kegiatan donor di UMK saat ini digelar setiap satu bulan.
"Awalnya, setiap tiga bulan sekali. Karena jumlah mahasiswa yang berminat menyumbangkan darahnya semakin meningkat, akhirnya donor dilakukan setiap satu bulan," ujarnya.
Hal itu, kata dia, baru dimulai satu bulan terakhir dan hasilnya memang cukup banyak karena mencapai 90 kantong, sedangkan ketika digelar setiap tiga bulan mendapatkan 150 kantong.
Banyaknya mahasiswa yang menjadi relawan donor, kata dia, karena setiap anggota KSR mendapat tugas menyosialisasikan kepada para mahasiswa di UMK.
"Selain bisa menolong orang lain yang membutuhkan transfusi darah, tentunya donor juga bisa menyehatkan badan," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
