
Masta PMB UMS 2026 kini lebih ringkas, seluruh rangkaian diintegrasikan

Solo (ANTARA) - Masa Ta’aruf (Masta) Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tahun 2026 digelar dengan konsep yang lebih ringkas.
Seluruh rangkaian yang sebelumnya berlangsung dalam beberapa tahapan diintegrasikan dengan durasi maksimal enam hari, sementara Grand Opening dan Materi Universitaria dipadatkan menjadi satu hari.
Ketua Panitia MASTA PMB UMS 2026 Dr. Ir. Nur Aklis, S.T., M.Eng., menjelaskan perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya panitia mengintegrasikan seluruh rangkaian kegiatan Masta yang terdiri atas Go Universitaria pada 3 September 2026, Masta IMM pada 5 September 2026, Fakultaria pada 7-9 September 2026, serta Ekspo UKM pada 10 September 2026.
“Ini kaitannya dengan konsep Masta kita yang kemudian kita integrasikan untuk semua rangkaian yang selama ini dilakukan. Di UMS itu kan rangkaiannya ada pertama Go Universitaria, kemudian Masta IMM, kemudian Fakultaria, tambah UKM Ekspo,” jelasnya, Jumat.
Menurut Nur Aklis, integrasi tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan materi yang diberikan kepada mahasiswa baru. Jika pada tahun sebelumnya kegiatan berlangsung selama dua hari dengan agenda dari pagi hingga siang, tahun ini durasi kegiatan dipadatkan menjadi satu hari dengan waktu pelaksanaan hingga sore.
“Kita kemudian mencoba untuk disiplin maksimal waktu yang digunakan itu enam hari. Maka kemudian untuk tahun ini Grand Opening dan Materi Universitaria kita gabung jadi satu, jadi satu hari,” ungkapnya.
Ia memastikan pemadatan waktu tidak mengurangi substansi materi yang diterima mahasiswa baru. Materi yang disampaikan tetap sama dengan tahun sebelumnya, meskipun waktu pelaksanaannya mengalami penyesuaian.
“Pada prinsipnya sudah, karena semua materi yang disampaikan di tahun lalu yang dua hari itu tetap sama. Jadi kita kemudian istilahnya meringkas menjadi satu hari. Kemarin kan walaupun dua hari dari pagi sampai jam 12, kemudian untuk tahun ini kita coba sampai sore. Sehingga secara materi insyaallah sama apa yang didapatkan dari dua hari dan satu hari ini,” jelas Nur Aklis.
Selain perubahan durasi, konsep Masta PMB UMS 2026 juga mengalami penyesuaian waktu pelaksanaan. Jika sebelumnya Masta dilaksanakan sekitar pertengahan Agustus, tahun ini kegiatan dilaksanakan pada awal September sebagai bagian dari rangkaian awal mahasiswa sebelum memasuki perkuliahan.
Nur Aklis menyebut mahasiswa yang belum mengikuti Masta tahun ini akan mendapatkan kesempatan pada Masta 2027. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan jumlah mahasiswa yang belum mengikuti Masta yang relatif sedikit.
“Sehingga kita untuk sementara tidak ada konsep Masta Batch 2 2026. Kita nanti yang hari ini belum ikut Masta, kita bisa mengikutkan di Masta 2027. Kesempatannya seperti itu,” tuturnya.
Panitia juga akan melakukan monitoring agar tingkat kelulusan peserta Masta tetap tinggi. Menurut Nur Aklis, hal tersebut penting agar jumlah mahasiswa yang harus mengikuti kembali Masta pada tahun berikutnya tidak terlalu banyak.
“Karena kalau misalkan tahun 2027 kemudian sudah ada yang pesertanya sebagian, maka untuk tahun ini kita coba selalu monitoring agar kelulusan itu persentasenya tinggi, sehingga nanti tidak banyak yang ngulang,” tambahnya.
Hal lain yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Masta PMB UMS 2026 adalah pengaturan waktu ibadah. Dengan konsep satu hari, panitia melakukan terobosan dengan memanfaatkan area basement sebagai lokasi salat, selain mushola yang berada di lantai tiga.
Menurut Nur Aklis, penggunaan basement dipilih untuk menghemat waktu sekaligus menjaga rangkaian kegiatan tetap berjalan sesuai target. Panitia sebelumnya memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan salat dan persiapannya sekitar satu setengah jam.
“Ini adalah sebuah terobosan yang kita kemarin sebenarnya khawatirnya adalah menjadi satu hari kan di salat dan makan siangnya. Jadi kemudian kami punya terobosan bahwa salat itu bisa di basement kemudian memanfaatkan musala di lantai tiga,” katanya.
Ia menambahkan area basement sebelumnya telah dipersiapkan dan dibersihkan sehingga dapat digunakan untuk salat. Pengaturan tersebut dinilai membantu pelaksanaan Masta tetap berjalan sesuai jadwal.
“Kalau saya tadi lihat ternyata bersih, kalau saya melihat ya sebelas duabelas seperti masjid. Bersih, ternyata. Basement ketika dibersihkan itu sangat bersih,” ujarnya.
Nur Aklis berharap pelaksanaan Masta pada tahun-tahun berikutnya dapat terus mengalami peningkatan, baik dari sisi materi maupun partisipasi mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya memastikan pesan yang disampaikan dalam Masta dapat diterima mahasiswa sebagai bekal sebelum memasuki kehidupan perkuliahan.
“Harapannya untuk Masta di tahun depan tentunya akan berjalan lebih baik. Kemudian materi juga bisa ditingkatkan, peran partisipasi peserta juga lebih bagus,” pungkasnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut perlu dilakukan setiap tahun, terutama dalam mengukur tingkat kelulusan peserta dan efektivitas pesan yang disampaikan selama Masta.
“Setiap tahun itu memang harus meningkat itu harapannya. Dan yang kedua adalah pesan yang ditimbulkan itu bisa semakin hari semakin baik. Sehingga pesan yang disampaikan di Masta ini nanti bisa ditangkap oleh mahasiswa sebagai bekal sebelum masuk kuliah,” pungkas Nur Aklis.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
