Logo Header Antaranews Jateng

Harga Gabah Jatuh, Bulog Terjun Langsung ke Petani

Jumat, 24 Februari 2017 16:47 WIB
Image Print
Satuan tugas Perum Bulog Subdivre Kedu membeli langsung gabah petani di Desa Plandi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo guna mengantisipasi jatuhnya harga gabah karena ulah pedagang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)
Kami langsung datangi petani yang di daerahnya harga gabah dibeli murah atau di bawah harga standar oleh pedagang yang ingin mendapat untung besar, namun merugikan petani

Purworejo, ANTARA JATENG - Satuan Kerja Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kedu, Jawa Tengah, terjun langsung ke desa-desa untuk membeli gabah petani guna mengantisipasi jatuhnya harga gabah akibat ulah pedagang.

"Kami langsung datangi petani yang di daerahnya harga gabah dibeli murah atau di bawah harga standar oleh pedagang yang ingin mendapat untung besar, namun merugikan petani," kata Wakil Kepala Bulog Subdivre Kedu, Joko Pamungkas di Purworejo, Jumat.

Ia mengatakan hal tersebut usai membeli gabah petani di Desa Plandi, Kecamatan Purwodadi. Di desa tersebut gabah kering panen hanya dihargai Rp3.000 hingga Rp3.300 per kilogram oleh para pembeli, meskipun kualitasnya bagus.

Melihat kondisi tersebut, katanya setelah mendapat laporan dari masyarakat pihak Bulog langsung berinisiatif membeli gabah petani tersebut dengan harga sesuai kualitas gabah.

Ternyata hasil panenannya memang bagus, katanya dari sebanyak lima ton gabah kering panen di Desa Plandi yang baru dipanen sebagian besar dibeli dengan harga Rp3.700 per kilogram dan ada sebagian kecil dibeli dengan harga Rp3.300 per kilogram karena kadar airnya memang tinggi, yakni 32 persen.

"Kalau memang kondisi gabah sesuai dengan ketentuan, yakni kadar air 20 hingga 25 persen dan hampa kotoran maksimum 10 persen pasti kami beli Rp3.700," katanya.

Ia menuturkan kalau gabah dibeli dengan harga tinggi silakan, Bulog tidak akan ikut campur. Namun jika gabah dibeli di bawah harga standar, petani silakan menjual ke gudang Bulog yang ada di daerah setempat.

"Berapa pun gabah petani kami siap membeli dengan harga sesuai kualitas, kalau memang bagus sekali kami bisa membeli dengan harga Rp4.000 karena kami bisa membeli gabah untuk komersial," katanya.

Kepala Seksi Pengadaan dan Harga Dasar Bulog Subdivre Kedu, Bogi Wahyoko, mengatakan Satker Bulog bukan pesaing "penebas" (pedagang).

"Kami hanya ingin mengingatkan pada para penebas agar membeli gabah petani tidak seenaknya saja, memang semuanya butuh untung, tetapi harus wajar," katanya.

Ia menuturkan kalau petani bisa menjual gabah dengan harga tinggi tidak masalah, tetapi kalau dibeli di bawah harga standar silakan petani menghubungi Bulog.

"Gabah yang kami beli akan dianalisa sesuai kadar air dan tingkat hampa kotoran sehingga petani tidak merugi," katanya.

Ia menyebutkan pengadaan beras Bulog Subdivre Kedu tahun ini ditarget 70.000 ton, hingga saat ini mencapai 180 ton beras dan 300 ton gabah.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026