Logo Header Antaranews Jateng

Sempat Lumpuh, Lelang di TPI Pekalongan Kembali Ramai

Rabu, 22 Februari 2017 17:01 WIB
Image Print
Ilustrasi. Sejumlah warga mengikuti lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Tegal, Jateng, Rabu. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Pekalongan, ANTARA JATENG - Aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, ramai kembali setelah lumpuh akibat kondisi cuaca buruk di laut sejak awal hingga pertengahan Februari 2017.

Kepala TPI Kota Pekalongan Sugiyo di Pekalongan mengatakan bahwa kondisi cuaca buruk mengakibatkan banyak nelayan tidak melaut sehingga aktivitas lelang ikan sempat lumpuh.

"Dalam 2 hari terakhir ini, aktivitas lelang mulai ramai karena kapal nelayan sudah ada yang membongkar hasil tangkapan ikannya. Hari ini ada dua kapal purse seine fishery dan pursein Arek-Arek yang membongkar hasil tangkapan ikannya," katanya.

Menurut dia, saat kondisi cuaca buruk para nelayan tidak berani melaut dan nelayan sudah telanjur berangkat melaut memilih "bersembunyi" di pinggiran pulau.

Akan tetapi, kata dia, saat ini mereka sudah ada yang kembali dengan melelangkan hasil tangkapan ikannya di TPI. Adapun nelayan yang semula takut melaut, kini sudah mulai berangkat lagi.

Ia memperkirakan aktivitas lelang ikan di TPI akan terus ramai seiring dengan membaiknya kondisi cuaca dan turunnya ombak gelombang di perairan Laut Jawa.

"Saat ini, kondisi cauca di laut sudah teduh dan normal sehingga para nelayan mulai persiapan berangkat melaut. Kapal nelayan jenis `Arek-Arek` kini mulai berangkat melaut setelah hampir sebulan memilih beristirahat," katanya.

Kendati demikian, kata Sugiyo, harga ikan kini masih relatif cukup tinggi karena produksi ikan belum begitu melimpah.

Harga ikan bayar semula sekitar Rp23 ribu per kilogram kini naik Rp27 ribu/kg, layang semula Rp13 ribu/kg naik menjadi Rp17 ribu/kg, dan lemuru semula Rp12 ribu/kg naik menjadi Rp15 ribu/kg.

"Kendati sempat aktivitas lelang ikan terganggu, kami optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) sektor perikanan Rp5,8 miliar akan tetap terlampaui," katanya.

***1***

(U.KR-KTD/B/D007/D007) 22-02-2017 16:10:38



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026