Logo Header Antaranews Jateng

Ambulans Si Cepat Diminati Masyarakat

Rabu, 25 Januari 2017 22:55 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengecek call center Ambulan Si Cepat di Kantor Dinas Kesehatan setempat. (Foto: ANTARAJATENG.COM/ Zuhdiar L)

Semarang, ANTARA JATENG - Layanan Ambulans Si Cepat dari Pemerintah Kota Semarang mendapatkan animo tinggi dari masyarakat dengan banyaknya telepon permintaan layanan dari masyarakat.

"Sejak resmi beroperasi 17 Januari lalu, layanan ini sudah menangani 36 kasus kegawatdaruratan permintaan dari masyarakat," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Rabu.

Hal itu diungkapkan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi di sela inspeksi mendadak yang dilakukannya di "call centre" Ambulans Si Cepat yang berada di Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Kalau dilihat dari telepon yang masuk ke "call centre" sebenarnya jumlahnya bisa lebih banyak lagi, kata dia, tetapi tidak semuanya merupakan kasus kegawatdaruratan yang bisa dilayani.

"Saya ke sini karena ada komplain dari masyarakat. Katanya sudah menelpon tetapi ambulans tidak berangkat. Ternyata, harus dianalisis dokter apakah termasuk kasus gawat darurat," katanya.

Artinya, ia mengatakan harapan diluncurkannya layanan Ambulans Si Cepat untuk melayani masyarakat yang membutuhkan sudah dirasakan secara positif, baik permintaan maupun pelayanannya.

Maka dari itu, kata dia, Dinkes dan dinas terkait informasi untuk menyosialisasikan secara masif layanan kegawatdaruratan itu agar semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkannya.

"Ada hal lagi yang harus disampaikan sebagai pesan kepada masyarakat. Sakit apa saja yang bisa dilayani Ambulans Si Cepat. Kasus kegawatdaruratan seperti apa saja," kata Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Semarang dr Widoyono menyebutkan jumlah telepon dari masyarakat yang sudah masuk sejak beroperasi sembilan hari yang lalu sudah ada sekitar 70 permintaan.

Namun, kata dia, dari sekitar 70 telepon yang masuk itu tidak semuanya merupakan kasus kesehatan yang bersifat gawat darurat sehingga tidak semuanya ditindaklanjuti dengan layanan itu.

"Kriteria kegawatdaruratan, antara lain kejang, berhenti nafas, asma berat, tersedak, insiden kecelakaan, jantung koroner, kemudian permasalahan maternal berisiko tinggi," katanya.

Ia mengatakan layanan Ambulans Si Cepat sampai saat ini sudah melakukan 36 penanganan gawat darurat, mulai kasus persalinan berisiko tinggi, sesak nafas, hingga serangan jantung.

"Pernah juga ada puskesmas nelpon ke sini. Setelah kami cek, ternyata bukan kasus gawat darurat dan mereka kan juga punya ambulans. Ya, mungkin euforia dengan adanya layanan ini," katanya.

Layanan Ambulans Si Cepat sudah memiliki lima armada dengan tenaga dokter, bidan, perawat, dan sopir yang disiagakan 24 jam, dan masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi 1500-132.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026