Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur Tekankan Perawatan Objek Wisata

Selasa, 15 November 2016 15:01 WIB
Image Print
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berbicara pada Diskusi Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah diselenggarakan kerja sama Harian Kompas dan Bank Jateng di Magelang, Selasa (15/11). (Foto: Hari Atmoko/ANTARAJATENG.COM).

Magelang, Antara Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan pentingnya pengelola berbagai objek wisata melakukan perawatan secara optimal terhadap tempat wisata agar tetap menarik pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.

"Banyak tempat wisata yang menarik, tetapi tidak bisa merawatnya maka akan mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung," katanya di Magelang, Selasa.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan hal itu ketika menjadi pembicara kunci dalam Diskusi Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah yang diselenggarakan atas kerja sama Harian Kompas dengan Bank Jateng.

Upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan suatu objek wisata, katanya, menjadi kebutuhan penting, seperti hanya melalui kegiatan rutin "resik-resik" kota, toilet yang memadai dan penyediaan tempat sampah yang cukup.

Ia juga menyebut tentang jumlah agenda wisata yang mencapai 175 program di berbagai kabupaten dan kota di Jateng dengan pentingnya dukungan publikasi agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

"Banyak tempat pariwisata bagus, 'event'-nya juga bagus, tetapi kalau publik tidak tahu, ya ndak bagus. Tapi pariwisata yang konvensional dengan publikasi yang bagus dengan tema-tema menarik, akan memikat kedatangan wisatawan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menyebut sejumlah objek wisata menarik di berbagai daerah di Provinsi Jateng yang penting untuk dirawat secara berkelanjutan.

Ia juga menyebut beberapa contoh agenda wisata di kabupaten dan kota di Jateng yang mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah yang banyak, baik nusantara maupun mancanegara.

"Seperti Candi Borobudur dan Prambanan, ditandai dengan 'event-event', cerita yang bagus dan menarik, dukungan suvenir, layanan transportasi. Syarat-syarat untuk mendorong berkembang pariwisata banyak dan mesti digarap serius. Ekonomi pariwisata sekarang paling seksi. 'Event-event' kita buat dengan menggandeng banyak pelaku bisnis turisme dan media. Sekarang 'gila piknik'," tuturnya.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menyatakan bahwa pihaknya berkepentingan terhadap perkembangan kepariwisataan dan kemajuan perekonomian masyarakat di daerah itu.

"Bahkan kalangan perbankan juga berwisata ke Jateng karena ingin belajar dari Bank Jateng," ujarnya.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Trias Kuncahyono mengemukakan pengembangan kepariwisataan membutuhkan kreativitas yang tinggi agar memikat wisatawan yang berkunjung.

"'Tourism' butuh kreativitas, tanpa kreativitas tinggi tidak akan pernah maju. Kreativitas yang tinggi mutlak untuk pengembangan pariwisata," imbuhnya.

Selain itu, katanya, kepariwisataan membutuhkan daya tarik, aksesbilitas, fasilitas, dan kenyamanan.

Pembicara lainnya dalam diskusi kepariwisataan Jateng, terutama menyangkut wisata olahraga, adalah Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata Tazbir, pegiat olahraga ekstrem Cahyo Alkantana, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pariwisata Univesitas Sebelas Maret Solo BRM Bambang Irawan.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026