Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Pati Lampaui Target Pembelian Beras

Kamis, 4 Agustus 2016 20:18 WIB
Image Print
ilustrasi

Pati, Antara Jateng - Perum Bulog Pati, Jawa Tengah hingga Agustus 2016 berhasil membeli beras petani melalui mitra kerjanya mencapai 100,7 persen dari target sebanyak 80.000 ton.

"Target penyerapan beras sebanyak 80.000 ton tersebut melalui jalur beras pelayanan publik atau public service obligation (PSO)," kata Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional II Pati Ahmad Kholisun di Pati, Kamis.

Sementara untuk target penyerapan beras komersial, kata dia, masih menunggu informasi dari pusat mengingat untuk mencapai target penyerapan sebesar 17.000 ton memang tidak mudah.

Dengan pencapaian penyerapan beras yang melampaui target untuk jalur PSO, kata dia, penyerapan beras maupun gabah melalui mitra Bulog tetap akan berlangsung hingga akhir tahun.

Apalagi, kata dia, saat ini sedang memasuki musim panen untuk musim tanam kedua.

Jumlah mitra Bulog yang selama ini melakukan penyerapan beras petani, kata dia, sebanyak 82 mitra yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Dalam rangka pemerataan stok beras, kata dia, dilakukan distribusi beras ke beberapa daerah yang dimungkinkan masih membutuhkan tambahan stok beras.

Beberapa waktu lalu, lanjut dia, Perum Bulog Pati juga mendistribusikan beras ke Bulog Kedu sebanyak 7.500 ton dan Pekalongan sebanyak 4.000 ton.

Rencananya, kata dia, distribusi beras akan kembali dilakukan dengan tujuan Pekalongan dan Kalimantan.

Stok beras yang dikuasai saat ini, kata dia, sebanyak 45.000 ton.

Stok beras tersebut, tersimpan di beberapa gudang milik Bulog yang tersebar di lima kabupaten.

Di antaranya, di gudang bulog yang ada di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang dan Blora.

Terkait dengan adanya fenomena La Nina, kata dia, tidak begitu berpengaruh terhadap tingkat penyerapan beras yang dilakukan Perum Bulog.

"Justru kualitas beras hasil panen kedua memiliki kandungan air yang cukup banyak, menyusul cuacanya yang masih sering hujan," ujarnya.

Hal demikian, kata dia, tentu menyulitkan petani dalam melakukan proses penjemurannya dengan memanfaatkan sinar matahari.

Penyerapan beras tahun ini menggunakan harga pokok pembelian (HPP) beras sesuai Inpres nomor 5/2015, yakni dengan harga Rp7.300/kg.

Sementara HPP gabah kering giling (GKG) sebesar Rp4.650/kg dan gabah kering panen (GKP) sebesar Rp3.700/kg.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026