Logo Header Antaranews Jateng

Surakarta Perbaharui Data Kemiskinan Secara Periodik

Kamis, 4 Agustus 2016 14:02 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang warga menaruh lampu tempel di rumahnya di kawasan Kelurahan Tegalsari, Tegal, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/kye/16

Solo, Antara Jateng - Pemerintah Kota Surakarta dengan melibatkan Tim Penanggulangan Kemiskinan Kelurahan (TPKK), siap melakukan pembaharuan data kemiskinan secara periodik.

"Pembaharuan tersebut dilakukan mulai tingkat kelurahaan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Surakarta Ahyani di Solo, Kamis.

Ia mengatakan di tingkat kelurahan, anggota TPKK bisa melakukan "update" warga miskin setiap saat. Sementara Pemkot akan menetapkannya setiap enam bulan sekali, guna memaksimalkan penyusunan anggaran penanggulangan kemiskinan.

Dikatakan mekanisme pembaruan tersebut, efektif diberlakukan mulai 2017.

"Hingga akhir 2016, kami mencoba sistem tersebut melalui pembentukan percontohan TPKK di lima kelurahan. Yakni Mojosongo, Kadipiro, Tipes, Pajang dan Semanggi," katanya.

Ahyani mengatakan, pembaruan data tersebut diperlukan guna menjaga validitas data yang menjadi salah satu landasan program-program pengentasan kemiskinan. Pemkot menganggap, data kemiskinan berpotensi berkembang seiring naik turunnya perekonomian masing-masing warga miskin. Berdasarkan pendataan terakhir, saat ini terdapat sekitar 160.000 warga miskin di Kota Solo.

Ia mengatakan pendataan terakhir ini akan disinkronisasi dengan hasil pendataan TPKK. Verifikasi dan validasi data memang diserahkan anggota tim, karena mereka lebih memahami kondisi di lapangan. Dengan demikian diharapkan pengentasan kemiskinan bisa lebih cepat, efektif dan tepat sasaran.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menambahkan, TPKK sudah dibentuk di 51 kelurahan. Tidak hanya mendata, anggota tim juga bertugas memberikan rekomendasi terhadap pelatihan maupun program pengentasan kemiskinan.

"Ya setiap pelatihan juga harus ditindaklanjuti dengan pendampingan, sehingga hasilnya lebih terukur," kata FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026