Logo Header Antaranews Jateng

Agus Prayogo Gagal Tampil di Olimpiade 2016

Rabu, 13 Juli 2016 13:25 WIB
Image Print
Pelari spesialis jarak jauh Indonesia, Agus Prayogo (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Semarang, Antara Jateng - Pelari nasional Agus Prayogo gagal berlaga di Rio de Janeiro karena tidak bisa menembus limit waktu Olimpiade 2016 di nomor lari maraton (42,195 kilometer) saat lomba maraton bertajuk "Gold Coast Marathon" di Australia beberapa waktu lalu.

"Catatan waktu yang saya capai saat tampil di Australia hanya terpaut dua menit dari limit waktu Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil," kata Agus Prayogo ketika dihubungi dari Semarang, Jateng, Rabu.

Pelari kelahiran Kota Magelang, Jateng, tersebut, mengatakan, pada lomba yang berlangsung pada 3 Juli 2016 tersebut dirinya mencatat waktu 2 jam 21 menit sedangkan limit waktu Olimpiade adala 2 jam 19 menit.

"Dengan hasil ini saya masuk peringkat 15 besar lomba lari maraton di Australia," kata peraih dua medali emas SEA Games 2011 untuk nomor lari 5.000 dan 10 ribu meter tersebut.

Di samping itu, kata dia, hasil yang dicapai di Australia tersebut juga berhasil memperbaiki catatan watu terbaik dirinya di nomor lari yang baru digeluti beberapa waktu ini. Catatan waktu terbaik untuk nomor lari maraton adalah 2 jam 23 menit 3 detik (2:23.03) yang diraih saat tampil pada lomba lari maraton di Tokyo, Jepang, Februari 2016.

Lomba lari maraton di Australia ini merupakan babak kualifikasi terakhir sebelum tampil pada Olimpiade Rio de Janiero, Brasil Agustus 2016.

Agus Prayogo yang tercatat sebagai prajurit TNI AD dan berdinas di Kodam III/Siliwangi tersebut mengatakan, keikutsertaan pada lomba lari maraton di Australia tersebut merupakan program dari Satlak Prima bagi atlet yang dipersiapkan tampil pada SEA Games 2017 Malaysia karena kemungkinan besar pada pesta olahraga multieven antarnegara Asia Tenggara nanti bakal turun di nomor lari maraton.

Agus Prayogo mengatakan selama menjalani pelatnas di Bandung, Jawa Barat, ia lebih banyak berlatih untuk nomor maraton. "Mudah-mudahan saya bisa turun di nomor lari jarak jauh ini, karena untuk menjadi pelari maraton membutuhkan proses latihan yang panjang," katanya.

Indonesia berhasil meloloskan 25 atlet dari enam cabang olaraga ke Olimpiade Rio de Janiero, Brasil, Agustus 2016. Dari jumlah tersebut bulu tangkis meloloskan atlet terbanyak yaitu 10 pemain, angkat besi tujuh atlet, panahan sebanyak empat atlet, dayung dua atlet, sedangkan atletik dan balap sepeda masing-masing satu atlet.

Ketika ditanya fokus even yang akan diikuti setelah gagal menembus limite Olimpiade 2016, dia mengatakan, sekarang ini dirinya fokus untuk mempersiapkan diri tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, 17-29 September 2016.

Pada pesta olaraga multieven empat tahunan tersebut, Agus Prayogo yang membela tuan rumah Jawa Barat tersebut bakal turun pada tiga nomor lari yati 5.000 meter, 10 ribu meter, dan maraton.

Pada PON XVIII/2012 Riau, Agus Prayogo yang masi membela Jawa Tengah berasil meraih dua medali emas dari nomor lari 5.000 dan 10 ribu meter putra, serta satu medali perak dari nomor lari 1.500 meter putra.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026