Ini Delapan Statistik Mengenai Roy Hodgson

id ini delapan statistik mengenai roy hodgson

Ini Delapan Statistik Mengenai Roy Hodgson

Roy Hodgson (REUTERS/Russell Cheyne)

Nice, Antara Jateng - Gagal membawa kejayaan dan memberi kemenangan, serta-merta dibayar kontan oleh manajer Timnas Inggris Roy Hodgson dengan mengundurkan diri sebagai arsitek skuad berjuluk Three Lions.

Di bawah arahan Hodgson, Inggris kalah 1-2 dari Islandia dalam laga babak 16 besar Piala Eropa 2016 yang digelar di Allianz Riviera, Nice, Prancis, Senin (27/6). Wayne Rooney dan kawan-kawan gagal melaju ke babak perempat final.

Berikut delapan statistik mengenai Hodgson sebagaimana dikutip dari laman Daily Star:

Pertama, Hodgson menggantikan Fabio Capello sebagai manajer Timnas Inggris pada 2012.

Kedua, bayaran Hodgson mencapai jumlah tertinggi di antara para manajer di ajang Piala Eropa 2016. Ia digaji 3,5 juta poundsterling per tahun.

Ketiga, mantan manajer Liverpool ini hanya mampu meraih 33 kemenangan dari 56 laga selama membesut Timnas Inggris. Persentase kemenangannya mencapai 58,9 persen.

Keempat, persentase capain Hodgson terbilang buruk dibandingkan dengan Capello (66,7 persen), Glenn Hoddle (60 persen) dan Sven-Goran Erikkson (59,7 persen), selama mengemban tugas sebagai manajer Timnas Inggris.

Kelima, di bawah Hodgson, kemenangan Three Lions demikian mengesankan, yakni mencapai 80 persen selama mengarungi laga di babak kualifikasi Piala Eropa 2016. Ia tiba di Prancis dengan catatan rekor yang mengkilap.

Keenam, Hodgson berperan membawa Timnas Inggris dalam tiga kemenangan dari 11 pertandingan (27,3 persen) dalam laga-laga besar dengan menghitung jumlah rata-rata gol per laga.

Ketujuh, Wayne Rooney dan Danny Welbeck merupakan pemain yang "demikian diandalkan" oleh Hodgson, dengan masing-masing melesakkan 25 dan 14 gol.

Kedelapan, Gareth Southgate berpeluang menggantikan Hodgson sebagai manajer Timnas Inggris. Favorit kedua, Gary Neville, disusul Alan Pardew dan Brendan Rodgers.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar