Logo Header Antaranews Jateng

DPRD Minta Pemkot Waspadai Titik Rawan Kemacetan

Selasa, 7 Juni 2016 20:45 WIB
Image Print


Semarang, Antara Jateng - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta pemerintah kota setempat mewaspadai titik-titik rawan kemacetan pada arus mudik dan balik Ramadan 2016.

"Kami minta penanganan potensi kemacetan pada arus mudik dan balik diprioritaskan. Segera diinventarisasi titik-titiknya," kata anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono di Semarang, Senin.

Menurut dia, selama ini jalan-jalan yang dilalui arus mudik dan balik Lebaran sudah bisa dipetakan, mulai dari arah Kendal menuju Semarang dengan kepadatan arus kendaraan yang tinggi.

Apalagi, kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan ada pasar yang membuat arus kendaraan menjadi semakin padat sehingga harus segera diantisipasi sebelum arus mudik.

"Jalur-jalur alternatif segera disiapkan. Jadi, begitu ada kemacetan bisa segera diurai. Makanya, jalur-jalur alternatif ini juga perlu diinventarisasi, mana yang mau digunakan," katanya.

Ia mengatakan fenomena alam, yakni rob yang belakangan ini terjadi di kawasan Semarang bagian timur, seperti Genuk juga berpotensi menyebabkan kemacetan panjang saat arus mudik dan balik Lebaran.

"Sekarang ini saja di Genuk dan Kaligawe sudah macet karena ada rob (limpasan air laut pasang ke darat, red.). Bagaimana nanti saat arus mudik dengan jumlah kendaraan yang bertambah banyak," katanya.

Maka dari itu, Suharsono meminta seluruh unsur terkait, baik tingkat kota maupun provinsi terpadu dalam melakukan penanggulangan kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 1437 Hijriah.

"Saran kami, bangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di Mangkang, kemudian di pasar-pasar, dan sekolah agar lalu lintas berjalan lancar," kata Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kota Semarang itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Agus Harmunanto mengaku masih mengevaluasi jalan-jalan yang akan dilalui kendaraan pada arus mudik dan balik Lebaran ini.

"Untuk jalur-jalur yang rawan macet, kami akan siapkan jalur alternatif agar arus kendaraan berjalan dengan lancar, seperti di jalur barat masuk Semarang, atau dari arah Jakarta," katanya.

Dishubkominfo, kata Agus, berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait, meliputi Dinas Bina Marga, Dinas PJPR, Dinas PSDA-ESDM, Dinas Pasar, dan Organda Kota Semarang untuk menanggulangi kemacetan.

"Pengelolaan arus mudik dan balik tidak bisa dilakukan sendirian oleh Dishubkominfo. Sebab, ada kewenangan dinas lain, seperti jalan rusak yang menjadi kewenangan Dinas Bina Marga untuk memperbaiki," katanya.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026