
REI: Waspadai Pengembang Nakal

Semarang, Antara Jateng - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar mewaspadai pengembang nakal khususnya pengembang apartemen.
"Memang kalau kaitannya antara pembangunan dengan pemasaran apartemen berbeda dengan rumah," kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat di Semarang, Kamis.
Bedanya, untuk rumah pembangunannya lebih dahulu dilakukan. Setelah rumah jadi, baru kemudian dipasarkan kepada masyarakat.
Sedangkan untuk hunian apartemen, pengembang akan terlebih dahulu melakukan pemasaran. Setelah kuota minimal yang dibutuhkan berhasil tercapai, pembangunan apartemen baru dilakukan.
"Kalau untuk apartemen ini jika pembangunan terlebih dahulu dilakukan, biasanya akan kesulitan mencari pasar," katanya.
Berbeda dengan rumah, biasanya untuk apartemen ini para konsumen akan lebih memilih apartemen yang letaknya dekat dengan tempat mereka bekerja.
"Jika jauh sedikit saja mereka belum tentu mau, mereka pilih yang paling dekat karena agar sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan untuk membeli apartemen ini," katanya.
Terkait dengan kasus penipuan, seperti yang belum lama terjadi di Kota Yogyakarta, konsumen sudah memberikan uang muka kepada para pengembang, tetapi karena target penjualan tidak memenuhi akhirnya pembangunan tidak jadi dilakukan.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat atau calon konsumen tidak mudah tergoda dengan cicilan ringan atau uang muka murah.
"Sebaiknya dipastikan dulu bagaimana pengembangnya. Kami dari REI mengimbau sebaiknya calon konsumen memilih pengembang yang sudah tergabung pada asosiasi seperti REI atau Apersi," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
