
Program Bank Jateng Tidak Rebut Pasar BPR-BKK

Wonogiri, Antara Jateng - Beberapa program pemberian pinjaman dengan bunga rendah dari Bank Jateng dipastikan tidak merebut pangsa pasar Bank Perkreditan Rakyat-Badan Kredit Kecamatan, kata Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno.
"Hal itu tidak sepenuhnya benar karena pasarnya sangat luas sehingga tidak perlu dikhawatirkan," katanya usai penyerahan program kredit "Mitra Jateng 25" gelombang pertama dari Bank Jateng di Kabupaten Wonogiri, Kamis.
Penyerahan kredit "Mitra Jateng 25" tersebut dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada sejumlah penerima di sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Keresidenan Surakarta di pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri.
Menurut dia, BPR-BKK tidak perlu khawatir kehilangan pasar dengan adanya program "Mitra Jateng 25" karena sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo, semua suku bunga harus turun menjadi single digit
"Ini harus diupayakan bersama, tidak hanya dari Bank Jateng tapi juga dari sisi yang lain dan yang penting nasabah bisa memperoleh bunga yang lebih murah," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Bank Jateng bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan solusi permodalan untuk usaha mikro kecil sekaligus menjawab upaya menurunkan angka kemiskinan melalui pemberian "kail" modal usaha dengan persyaratan mudah dan suku bunga kredit single digit
Dengan kredit "Mitra Jateng 25", usaha mikro kecil dapat semakin tumbuh dan berkembang, sedangkan pelaku usaha mikro dapat mengawali usaha dengan tambahan modal kredit maksimal Rp25 juta.
Tambahan modal kerja tersebut akan menuju usaha mikro kecil yang semakin gayeng dan semakin sejahtera.
Terkait dengan hal tersebut, Bank Jateng siap mengucurkan kredit "Mitra Jateng 25" untuk menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 20132018.
Program kredit "Mitra Jateng 25" akan menggunakan fitur dengan plafon maksimal Rp25 juta per debitur dengan suku bunga kredit 7 persen per tahun efektif atau setara 3,72 persen flat per tahun atau 0,2 persen per bulan dengan jangka waktu kredit maksimal tiga tahun dan mendapatkan fasilitas tanpa agunan, tanpa biaya apapun.
Penggunaan kredit pada modal kerja atau investasi dengan sasaran usaha diprioritaskan pada sektor ekonomi masyarakat Jawa Tengah seperti pertanian, perikanan dan kelautan, perdagangan, pengolahan serta jasa-jasa dengan metode angsuran yang digunakan menurun atau anuitas bulanan yang dibayarkan setiap bulannya.
Salah seorang penerima kredit "Mitra Jateng 25", Sutono (54), mengaku tidak kesulitan saat mengajukan pinjaman ke Bank Jateng yang akan digunakan untuk mengembangkan usaha ternak sapi.
"Administrasinya tidak berbelit-belit, dari pengajuan hingga disetujui butuh waktu satu minggu," kata warga Desa Saban, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri itu.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
