
182 Calon Banser Jalani Diklatsar

Ketua Panitia Penyelenggara Diklatsar Banser Kabupaten Magelang Ahmad Muslim di Magelang, Senin, mengatakan mereka antara lain berasal dari Satkoryon Srumbung, Dukun, Muntilan, Salam, dan Ngluwar.
"Diklatsar yang kami selenggarakan itu, bagian dari persiapan mereka menjadi para pemimpin Nahdlatul Ulama masa depan. Pemberi materi oleh para instruktur yang telah mendapatkan sertifikat," ujarnya.
Ia menjelaskan tentang pentingnya membangun kader pemimpin NU yang militan, antara lain melalui pendidikan dan latihan dasar tersebut.
Diklatsar Banser Kabupaten Magelang berlangsung pada 25-27 Maret 2016 di kawasan Gunung Merapi, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyampaian materi berupa pertemuan kelas dan praktik di lapangan, antara lain menyangkut "ke-NU-an", "ke-Banser-an", bela negara, kepemimpinan, peraturan baris berbaris, tata upacara Banser, teknik pengamanan lalu lintas, beladiri, dan pembangunan karakter.
Ia menjelaskan tentang para instruktur yang memberikan diklatsar tersebut, yang antara lain telah bersertifikat dan lulus pendidikan dan latihan khusus pelatih diselenggarakan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah pada pertengahan Maret 2016 di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.
Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Magelang Anas Munaji menjelaskan diklatsar tersebut sebagai jenjang pendidikan awal yang wajib diikuti para calon anggota Banser.
"Setelah lulus diklatsar mereka kemudian akan dibaiat dan selanjutnya resmi menjadi anggota Banser," ujarnya.
Ketua Tanfiziah PC NU Kabupaten Magelang K.H. Mahsun mengharapkan diklatsar tersebut membentuk sikap, pola pikir, dan kedewasaan anggota Banser sehingga bisa menjalankan tugas-tugas keorganisasian dan kemasyarakatan dengan baik.
"Setelah lulus, mereka menjadi semakin peduli terhadap kepentingan organisasi dan umat dibandingkan kepentingan pribadi, dan jiwa Banser semakin kuat serta membawa kewibawaan organisasi dalam peran di masyarakat," katanya.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
