Logo Header Antaranews Jateng

Rupiah Selasa Sore Menguat Menjadi Rp13.584

Selasa, 9 Februari 2016 17:41 WIB
Image Print
Dolar Tekan Rupiah Karyawan melayani penukaran Dollar Amerika di salah satu jasa penukaran valuta asing kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (18/9). Rupiah terkoreksi 0,11 persen ke level Rp11.983 per Dollar Amerika, setelah sebelumnya bergerak di kisara

"Sentimen eksternal mempengaruhi laju mata uang domestik. Meredupnya isu kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat setelah komentar salah satu petinggi Federal Reserve (bank sentral AS) yang mengisyaratkan untuk ditundanya kenaikan suku bunga menahan laju dolar AS," kata Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa pejabat bank sentral AS menyarankan agar kenaikan suku bunga selanjutnya sebaiknya dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak mengganggu perbaikan ekonomi global.

Meredupnya isu kenaikan suku bunga AS, lanjut dia, juga telah mendorong harga minyak mentah dunia meningkat sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang komoditas.

Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Selasa (9/2) sore ini, meningkat menjadi 30,44 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 33,34 dolar AS per barel.

Analis Monex Investindo Futures Yulia Safrina menambahkan bahwa data tenaga kerja Amerika Serikat akan menjadi fokus investor di pasar uang. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis jumlah lowongan kerja pada bulan Desember 2015.

Ia mengemukakan bahwa kalangan analis memprediksi perusahaan-perusahaan AS yang membuka lowongan kerja sebanyak 5,4 juta pekerjaan pada bulan Desember 2015, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

"Sentimen aset berisiko akan terjaga jika tidak ada berita yang berdampak signifikan dari rilis data kerja AS," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (9/2) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.689 dibandingkan hari sebelumnya (5/2) Rp13.653.



Pewarta:
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026