Logo Header Antaranews Jateng

Stabil, Harga Sembako di Semarang

Jumat, 15 Januari 2016 13:03 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pembeli dan penjual bertransaksi di los sembako Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/hp/15.

"Sejak kemarin harga cabai keriting turun dari Rp14-15 ribu/kg menjadi Rp13 ribu/kg," kata salah satu pedagang di Pasar Johar Sihyem di Semarang, Jumat.

Menurut dia, penurunan harga tersebut merupakan dampak dari banyaknya penyaluran cabai dari daerah sentra yaitu Demak dan Temanggung.

Jenis cabai lain harganya stabil, seperti cabai rawit hijau harganya Rp6 ribu/kg, merah besar Rp12 ribu/kg, dan cabai rawit merah Rp35 ribu/kg.

Untuk komoditas lain yaitu bawang putih mengalami penurunan harga sekitar Rp1.000/kg yaitu dari Rp28 ribu/kg menjadi Rp27 ribu/kg. Sedangkan untuk bawang merah mengalami kenaikan harga meski tidak terlalu besar yaitu dari Rp20 ribu/kg menjadi Rp24-25 ribu/kg.

"Kenaikan ini sudah dari distributornya, mungkin karena jumlah panenan belum banyak, jadi harganya naik," katanya.

Selanjutnya, untuk komoditas lain yaitu minyak goreng curah harganya masih stabil di kisaran Rp9 ribu/kg, beras untuk kualitas medium di harga Rp9.500/kg, dan untuk beras kualitas premium antara Rp10 ribu-11 ribu/kg.

Untuk telur ayam, sejak dua hari lalu harganya mengalami penurunan dari Rp25 ribu/kg menjadi Rp23 ribu. Begitu juga dengan gula pasir, dari harga Rp13 ribu/kg menjadi Rp12.500/kg.

Untuk daging sapi dan kambing harganya juga masih stabil. Untuk daging sapi kualitas nomor satu saat ini harganya Rp90 ribu/kg, sedangkan kualitas nomor dua antara Rp80 ribu-85 ribu/kg.

Sedangkan untuk daging kambing, kualitas nomor satu harganya Rp110 ribu/kg, kualitas nomor dua Rp100 ribu/kg, dan komplit campuran di harga Rp90 ribu/kg.

"Kalau untuk daging sapi dan kambing ini harganya stabil sejak Lebaran. Biasanya kenaikan harga hanya terjadi satu kali dalam satu tahun antara Rp5 ribu-10 ribu/kg pada saat Lebaran," kata salah satu pedagang daging Sri Wahyuni yang biasa mendatangkan daging dari Ampel Boyolali.

Sementara itu, komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah ayam petelur. Salah satu penjual daging ayam Kusminah mengakui, sejak momentum tahun baru lalu harga daging ayam mengalami kenaikan dari Rp27 ribu-28 ribu/kg menjadi Rp37 ribu-38 ribu/kg.

Meski demikian, ada beberapa penjual lain yang memberikan harga lebih murah dari harga tersebut, salah satunya Sumarsi. Dirinya menjual daging ayam dengan harga Rp32 ribu/kg. Meski lebih murah dari penjual lain, Sumarsi mengaku sejak harga daging ayam naik, jumlah penjualannya mengalami penurunan.

"Biasanya dalam satu hari saya bisa menjual daging ayam hingga 30 ekor, tetapi sejak kenaikan harga ini satu hari hanya terjual antara 20-25 ekor," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026