Logo Header Antaranews Jateng

KAMMI dan PNS Salat Mohon Hujan

Senin, 2 November 2015 17:54 WIB
Image Print
Ilustrasi. Warga menggelar salat minta hujan (istiska) kepada Allah swt

Ibadah shalat sunnah itu diikuti oleh jajaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan setempat, mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta warga setempat.

Menurut Camat Banyumanik, Semarang, Kukuh Sudarmanto, shalat sunnah itu dilakukan seiring dengan banyaknya permintaan warga agat difasilitasi untuk menggelar shalat istiska berjamaah.

"Banyak warga yang meminta kami agar memfasilitasi shalat istiska untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Ya, kami kemudian memfasilitasi di halaman kantor ini," katanya.

Selain menggelar shalat istiska, pada kesempatan itu dilakukan pula kegiatan donor darah dan penggalangan dana bagi korban yang terkena bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

"Apa yang dilakukan ini murni aksi sosial dari warga dan mahasiswa dari KAMMI Kota Semarang dan Universitas Diponegoro Semarang. Semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT," kata Kukuh.

Di tempat yang berbeda, shalat istiska juga dilakukan ratusan warga di halaman Kantor Kecamatan Tembalang, Semarang, sebagai wujud permohonan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Camat Tembalang, Semarang, Fravarta Sadman menjelaskan beberapa daerah di kecamatan tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan, seperti di kawasan Rowosari.

"Kawasan Rowosari adalah daerah yang tergolong paling parah kekeringannya. Pemerintah juga sudah membantu mengirimkan air bersih ke daerah tersebut karena mereka kesulitan air," katanya.

Ia menjelaskan sebenarnya bukan hanya kawasan Rowosari yang mengalami kekeringan, namun beberapa kawasan lain di kecamatan itu juga mengalami sehingga sangat mengharapkan hujan.

"Ibadah sunnah untuk meminta hujan ini merupakan hal yang wajar. Biasanya, kan hujan sudah mulai turun di awal Oktober, namun sampai sekarang ternyata hujan tidak kunjung mengguyur," katanya.

Hujan, kata Fravarta, sebenarnya tidak hanya diharapkan mengguyur kawasan Tembalang, tetapi di seluruh Indonesia agar bisa mengurangi dampak bencana kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026