Logo Header Antaranews Jateng

Pendakian ke Gunung Slamet Diperketat

Minggu, 9 Agustus 2015 20:32 WIB
Image Print
Puncak Gunung Slamet menyemburkan material vulkanik saat terjadi letusan terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jateng, Kamis (13/3). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/Asf/nz.14.

Petugas Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan, Kabupaten Pemalang, Sugeng Riyadi di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Repbulik Indonesia diperkirakan jumlah pendaki akan meningkat.

"Akan tetapi, kami melarang para pendaki melakukan pendakian ke jalur puncak gunung karena aktivitas gempaan meningkat," katanya.

Menurut dia, PVMBG akan menambah petugas untuk mengantisipasi dan mengawasi para pendaki mendaki ke puncak gunung serta memasang sejumlah spanduk dan papan peringatan larangan.

"Kami belum bisa memastikan kapan larangan pendakian ke gunung itu akan dibuka lagi," katanya.

Ia mengatakan pengawasan ini dilakukan sebagai upaya mencegah pendaki yang nekat melakukan pendakian karena lontaran batu pijar maupun aktivitas kegempaan di Gunung Slamet, masih terus terjadi.

Masyarakat yang akan melakukan pendakian ke Gunung Slamet pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, kata dia, diminta mengurungkan niatnya karena status gunung hingga kini belum berubah, yaitu pada level Waspada.

"HUT Kemerdekaan RI merupakan peristiwa yang ditunggu oleh para pendaki. Akan tetapi, kami minta para pendaki bisa mengurungkan niatnya mendaki ke puncak gunung yang nerada di wilayah perbatasan Labupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Banyumas itu," katanya.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026