
Perbankan Dilibatkan Atasi Krisis Air

"Kami sudah ada pembicaraan dengan Bank BRI dan Bank Mandiri Syariah yang berencana membantu melakukan droping air bersih," kata Kasi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Rabu.
Menurut Gito Walngadi, BPBD Temanggung juga akan mengajak Bank Jateng dan beberapa komunitas untuk mengatasi krisis air bersih ini pada musim kemarau ini.
Kerja sama dengan perbankan atau pihak lain tersebut, kata Gito Walngadi, untuk menghemat anggaran dropping air bersih dari APBD agar cukup hingga bulan September 2015 karena tambahan anggaran yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum turun.
Selama ini, kata Gito Walngadi, bantuan air bersih baru diterima dari Polres Temanggung sebanyak 10 tangki.
Gito Walngadi mengatakan bahwa BPBD Temanggung telah mengajukan permintaan anggaran droping air bersih senilai Rp180 juta ke BNPB untuk keperluan melakukan droping sebanyak 600 tangki.
Selain untuk droping air bersih, kata Gito Walngadi, BPBD Temanggung juga mengajukan bantuan anggaran ke BNPB untuk pipanisasi di Desa Purwosari dan Kemloko di Kecamatan Kranggan, masing-masing Rp700 juta dan Rp150 juta.
Gito mengatakan bahwa alokasi anggaran Kabupaten Temanggung untuk penyaluran bantuan air bersih sejumlah 250 tangki. Hingga hari ini anggaran tersebut sudah digunakan untuk 65 tangki.
Setiap hari, BPBD menyalurkan air bersih ke tiga hingga empat titik menggunakan tiga armada milik BPBD, PMI, dan Dinas Sosial. Mulai pekan depan, ada tambahan satu armada dari PMI.
Permintaan bantuan air bersih dari masyarakat di daerah kekeringan saat ini ada 33 dusun di 24 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
