
Gubernur: "Rasah Dolanan Mercon!"

"Silakan merayakan Lebaran tapi tidak berlebihan, 'rasah dolanan mercon!' (Tidak usah menyulut petasan, red.), tidak kebut-kebutan di jalan pada malam takbiran," ujarnya di Semarang, Kamis.
Politikus PDI Perjuangan itu, juga mengimbau masyarakat setempat tidak melakukan takbir keliling guna menjaga situasi kondusif di lingkungan masing-masing menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah.
"Saya lebih senang takbiran di masjid-masjid saja atau membuat acara sederhana di kampung masing-masing, daripada takbir keliling," katanya di Semarang, Kamis.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tidak menggelar "open house" pada hari pertama Idul Fitri 1436 Hijriah yang biasanya rutin diselenggarakan tiap tahun di rumah dinas gubernur atau Wisma Perdamaian.
"Bapak Gubernur meniadakan 'open house' pada hari pertama Lebaran karena memberi kesempatan kepada para pejabat, pimpinan satuan kerja perangkat daerah, maupun masyarakat berlebaran dengan keluarga masing-masing," kata Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah Sinoeng N. Rachmadi.
Dia menjelaskan jajaran SKPD dan masyarakat diberi kesempatan untuk bersilaturahim serta halalbihalal dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko pada hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama Lebaran pada Rabu (22/7) di kompleks kantor gubernur.
Berdasarkan pantauan di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang pada Kamis (16/7) malam, sejumlah masyarakat terlihat melakukan takbir keliling, baik dengan sepeda motor maupun mobil bak terbuka.
Beberapa di antara masyarakat yang melakukan takbir keliling tersebut, tidak mengenakan helm dan berboncengan lebih dari dua orang.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
