
Pilkada, Dirut PDAM Boyolali Maju Independen

"Saya maju melalui jalur independen berpasangan dengan bakal calon Wakil Bupati Boyolali Muh Yakni Anwar pada pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini," kata Direktur PDAM Boyolali Cahyo Sumarso di Boyolali, Kamis.
Menurut Cahyo, dirinya berpasangan dengan M. Yakni Anwar.
Dia berrencana mendaftarkan ke KPUD melalui independen pada hari Sabtu (13/6) dengan menyerahkan dokumen dukungan yang ditandatangani oleh warga sebanyak 86.500 orang sesuai kartu tanda penduduk (KTP).
"Persyaratan calon independen harus mendapat dukungan sebanyak 73.000 orang. Dukungannya sudah melebihi persyaratan," katanya.
Cahyo mengatakan bahwa dirinya maju pilkada karena banyak teman, tokoh masyarakat, dan sukarelawan menyatakan dukungan terhadap dirinya.
Sebelumnya, dia sudah melakukan pendaftaran rekrutmen bakal calon Bupati Boyolali melalui PDI Perjuangan. Akan tetapi, dia kurang yakin akan mendapatkan rekomendasi dari DPP.
"Saya kurang yakin rekrutmen dari PDI Perjuangan karena memilih calon atau kader bukan berdasarkan kompetensi, melainkan berdasarkan pendapat subjektif sehingga saya putuskan melalui independen," kata Cahyo.
Menyinggung soal Seno Samodro, calon petahana dari PDI Perjuangan yang kini masih menjabat Bupati Boyolali yang kemungkinan mendapatkan rekomendasi, Cahyo mengatakan bahwa semua orang memiliki kesempatan mencalonkan dirinya sebagai bupati.
Menurut dia, dirinya yakin dengan modal ada dukungan sebanyak 86.500 suara dengan tanda tangan sesuai KTP Boyolali, berani bersaing dengan Bupati Boyolali Seno Samodro maupun calon dari Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) yang terdiri atas Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, Golkar, PAN, PKB, dan Demokrat.
"Saya tidak menyangka dukungan melalui independen sudah melebih syarat pencalonan dari KPU" kata Cahyo akan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama PDAM.
Menurut Cahyo, dirinya jika terpilih atau dipercaya memimpin Boyolali akan bangun Boyolali ke depan lebih maju dan baik.
Ia maju bukan melalui partai sehingga tidak ada tekanan politik, dan bukan sebagai petugas partai.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
