Logo Header Antaranews Jateng

Pedagang Johar Minta Lapak Darurat yang Layak

Kamis, 4 Juni 2015 20:28 WIB
Image Print
Sejumlah pedagang menggelar barang dagangannya di Pasar Johar Semarang, Jateng, Selasa (29/6). Pasar Johar terbakar belum lama ini. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/hp/10.


"Kami ingin pemerintah mengupayakan kelayakan lapak darurat untuk pedagang berjualan," kata Koordinator Kelompok Pedagang Pasar Johar Yaik Permai Semarang Budianto di Semarang, Kamis.

Menurut dia, para pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran belum mendapatkan fasilitas layak di lapak darurat, seperti aliran listrik memadai dan luasan lapak hanya 1,5 meter.

Bahkan, kata dia, masih banyak pedagang yang belum mendapatkan tempat untuk mendirikan lapak darurat di Jalan Agus Salim yang memang diperuntukkan sebagai salah satu lokasi penampungan pedagang.

"Para pedagang ini membangun lapak darurat secara swadaya. Makanya, kami ingin pemerintah dan dewan (DPRD, red.) mengupayakan bantuan agar pedagang bisa berjualan lagi," katanya.

Budianto mengatakan para pedagang kebanyakan berutang dulu untuk melanjutkan usaha karena kekurangan modal dan tokonya terbakar habis pada kebakaran hebat yang menghanguskan Pasar Johar.

Senada dengan itu, Ketua Kelompok Pedagang Pasar Johar bagian utara bawah mengatakan para pedagang menginginkan lapak darurat yang layak, seperti penyediaan akses parkir dan jalan.

"Ya, kan belum semua pedagang berjualan. Kira-kira mulai seminggu ini dan baru sekitar 50 persen pedagang yang berjualan. Kami ingin akses jalan dan parkir juga disediakan," katanya.

Selain itu, ia juga menyatakan keberatan pedagang atas iuran jaga malam sebesar Rp2.500 dan sudah menyampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang melalui asisten Wali Kota Semarang Ayu Enthys.

"Pedagang membangun lapak ini swadaya. Makanya, untuk iuran jaga malam Rp2.500 saja kami masih merasa berat. Kemarin, sudah saya sampaikan Bu Ayu (Ayu Enthys). Beliau mau menjembatani," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengaku memahami apa yang dirasakan pedagang Pasar Johar sehingga menyampaikannya kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

"Kalau listrik, ya, kami sudah sampaikan Dinas Pasar. Sambungan listrik ini jangan hanya sampai lorong saja, namun harus bisa masuk ke lapak-lapak pedagang," kata politikus PDI Perjuangan itu.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026