
Objek Wisata Bahari Andalan Tarik Wisatawan

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Mulyaji melalui Kabid Pariwisata Zamroni Lestiaza di Jepara, Selasa, objek wisata bahari yang ada di Jepara selama ini memang menjadi tulang punggung untuk menarik minat pengunjung, termasuk dalam hal mencapai target retribusi.
Objek wisara bahari yang menjadi andalan di Jepara, di antaranya Pantai Bandengan, Pantai Kartini, Pantai Benteng Protugis, dan Pulau Karimunjawa.
Menghadapi libur sekolah dan jelang Lebaran, kata dia, tidak ada persiapan khusus, karena selama ini upaya perbaikan maupun penambahan sarana dan prasarana juga diupayakan setiap tahunnya.
Untuk saat ini, lanjut dia, masing-masing objek wisata yang menjadi andalan sudah terpenuhi sarana dan prasarananya.
"Kalaupun ada penambahan, tentunya akan diupayakan lewat usulan penganggaran dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran," ujarnya.
Upaya menarik minat wisatawan, lanjut dia, tidak hanya sekadar mempercantik masing-masing objek wisata yang ada, melainkan ada upaya untuk melakukan promosi ke masyarakat.
Dari sejumlah objek wisata andalan tersebut, lanjut dia, ketika musim kupatan terdapat dua objek wisata yang biasanya padat pengunjung, yakni Pantai Bandengan dan Pantai Kartini.
Adapun target retibusi untuk semua objek wisata yang ada di Kabupaten Jepara selama 2015, kata dia, sebesar Rp1 miliar.
"Kami optimistis target tersebut bisa terpenuhi, mengingat tahun lalu juga bisa memenuhi target karena terealisasi sebesar Rp1,1 miliar," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan, objek wisata yang tingkat kunjungannya disesuaikan dengan cuaca, yakni Pantai Bandengan dan Karimunjawa.
Khusus untuk pantai bandengan, mayoritas pengunjung ingin menikmati mandi di laut, sehingga ketika cuaca tidak mendukung pengunjung cenderung menurun, demikian halnya Karimunjawa juga disesuaikan dengan alat transportasi yang menyeberangkan karena ketika gelombang tinggi biasanya tidak beroperasi.
Sementara Pantai Kartini masih bisa dinikmati, meskipun kondisi cuaca laut setempat sedang tidak mendukung.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
