Logo Header Antaranews Jateng

TPI Pekalongan Optimistis Capai Target Rp4,6 Miliar

Kamis, 16 April 2015 10:47 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah warga mengikuti lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Tegal, Jateng, Rabu (21/1). Pasokan ikan dari nelayan menurun akibat sebagian kapal tidak melaut karena cuaca buruk, membuat harga ikan naik mencapai 40 persen

Kepala UPTD TPI Kota Pekalongan, Kasim Sumadi, di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa hingga akhir Maret 2015 pencapaian raman atau hasil lelang mencapai sebesar Rp37,1 miliar dengan produksi ikan 2,822 juta ton lebih sehingga diperkirakan hingga Desember mendatang PAD akan terlampaui.

"Hingga akhir Maret 2015, TPI telah memasukan PAD sekitar Rp1 miliar sehingga kami optimistis target sebesar Rp4,6 miliar akan tercapai," katanya.

Menurut dia, hingga memasuki pertengahan April 2015, produksi ikan telah mencapai 498.058 kilogram atau setara Rp6,87 miliar.

Pencapaian produksi ikan ini, kata dia, diperkirakan akan terus meningkat hingga bulan ke depan karena saat ini masih banyak kapal besar berbobot di atas 30 gross tone (GT) masih berlayar.

"Saat ini, sebagian besar produksi lelang ikan banyak dipasok oleh kapal nelayan kecil karena kapal berbobot di atas 30 GT masih berlayar. Kami perkirakan kapal nelayan besar itu akan melelangkan ikannya sekitar satu bulan ke depan," katanya.

Ia mengatakan pencapaian target senilai Rp4,6 miliar ini diperkirakan akan mudah terlampaui karena dipicu harga ikan juga ikut membaik.

"Harga ikan bisa dikatakan membaik atau stabil. Harga ikan layang kini mencapai Rp15 ribu per kilogram dan banyar Rp16 ribu/ kg," katanya.

Menurut dia, meski harga bahan bakar minyak jenis solar naik, hal itu tidak memengaruhi para nelayan kecil beraktivitas mencari ikan di laut.

"Para nelayan tetap berangkat melaut meski harga solar bersubsidi naik. Hal itu dibuktikan dari hasil produksi ikan yang dilelang pada Januari-Maret 2015 meningkat dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026