
11 Desa Sandang Predikat Desa Rintisan Wisata

"Sebanyak 11 desa tersebut, tersebar di Desa Colo dan Kandangmas (Kecamatan Dawe) Rahtawu dan Padurenan (Gebog), Kaliwungu (Kecamatan Kaliwungu), Wonosoco (Kecamatan Undaan), Desa Loram Kulon (Kecamatan Jati), Jepang (Kecamatan Mejobo), Terban (Kecamatan Jekulo), Kaliputu (Kecamatan Kota), dan Desa Kauman (Kecamatan Kota)," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Sunardi, Selasa.
Dengan adanya SK desa rintisan wisata tersebut, kata dia, masyarakat desa setempat diharapkan semakin terdorong untuk mengembangkan usaha kerajinan khas desanya sehingga nantinya juga bisa ditetapkan menjadi desa wisata.
Pasalnya, kata dia, desa wisata nantinya juga akan menjadi sasaran kunjungan wisatawan.
"Desa yang ditetapkan sebagai desa rintisan wisata salah satu pertimbangannya karena memiliki potensi yang dianggap berpotensi dikembangkan," ujarnya.
Untuk mendorong pengembangan sektor usaha kerajinan di masing-masing desa rintisan wisata, kata dia, dalam waktu dekat akan digelar pelatihan untuk masyarakatnya di berbagai bidang usaha.
Selain memberikan bekal keahlian, kata dia, masyarakat yang mengikuti pelatihan juga akan mendapatkan bantuan alat guna menunjang usahanya.
"Harapannya, ketika ada kunjungan wisatawan masyarakat yang sebelumnya dilatih bisa menciptakan sesuatu yang bisa dijadikan kenang-kenangan oleh wisatawan," ujarnya.
Beberapa desa rintisan wisata di Kudus, kata dia, sudah pernah dijadikan paket wisata dan mendapatkan sambutan wisatawan dari luar daerah untuk mengunjunginya.
Hanya saja, kata dia, dalam menampilkan atraksi budaya memang butuh persiapan tersendiri, terutama dalam mempersiapkan masyarakat desa setempat untuk menjadi peserta dalam atraksi budaya tersebut karena selama ini mereka juga memiliki aktivitas kerja.
Terkait dengan sarana infrastruktur jalan, kata dia, sejauh ini hampir semua desa rintisan wisata di Kudus tersedia jalan yang cukup bagus.
Untuk desa tertentu, kata dia, memang belum tersedia akses jalan yang bisa ditempuh dengan mudah oleh bus berukuran besar, sehingga perlu dipikirkan agar wisatawan bisa sampai ke tujuan dengan mudah.
Pengembangan paket wisata untuk sejumlah desa rintisan wisata, kata dia, selama ini bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammernarbeit (GIZ).
"Hal terpenting, masyarakat desanya juga harus proaktif dalam mengembangkan desanya yang ditetapkan sebagai desa rintisan wisata," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
