
Umat Magelang Doakan Pemimpin Saat Malam Paskah

Ibadah di gereja setempat yang diikuti umat yang tinggal di sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Magelang dengan dipimpin kepala gereja paroki setempat Romo Petrus Supriyanto itu, berlangsung secara khusyuk, meskipun diwarnai hujan selama beberapa saat.
Darasan doa untuk pemimpin bangsa dan seluruh rakyat Indonesia disampaikan melalui seorang petugas dari atas mimbar di dekat altar gereja setempat, saat doa umat.
Romo Supriyanto dalam khotbahnya juga mengemukakan pentingnya para pemimpin bangsa bersatu dan bersama masyarakat mewujudkan kehidupan bangsa dan negara yang adil, makmur, dan sejahtera.
"Setiap orang, setiap partai mempunyai gagasan-gagasan sendiri. Saat bisa menentukan pemimpin, tetapi gambaran sendiri yang main. Sayang sekali. Sebagai anak bangsa, kita semua mempunyai keinginan agar negara ini sungguh-sungguh negara yang besar, adil, dan sentosa," katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengemukakan tentang makna Paskah, tentang Yesus Kristus beralih dari kematian melalui jalan penyaliban untuk kemudian memasuki kehidupan.
Gereja, katanya, mengundang putera dan puterinya untuk berkumpul dan mengadakan tirakatan sebagai ungkapan iman kristiani.
"Kita ikuti tirakatan ini untuk mengungkapkan iman kita akan Kristus yang bangkit dengan mulia. Dialah cahaya yang menghidupkan harapan serta memberikan kegembiraan karena telah jaya atas maut," katanya.
Ia mengatakan dalam kehidupan, manusia sering kurang menyadari kalau berada dalam kuasa maut, yakni dosa.
"Malam ini, kita disadarkan dan dikuatkan mengalami hidup baru, menuju jalan kepada Allah Bapa. Untuk hidup abadi tidak ada jalan lain selain jalan Yesus Kristus yang telah setia terhadap jalan perutusannya untuk keselamatan kita, melalui jalan salib," katanya.
Perayaan Paskah, katanya, bukan hal yang ilutif dan semu, akan tetap melalui peristiwa Paskah, Allah bermaksud menyelamatkan umat-Nya dari dosa.
"Allah bertanggung jawab dengan keselamatan manusia. Tidak ada pilihan lain, Allah mengutus Yesus Putranya. Kita mengimani, tidak ada jalan selain Yesus yang membawa kembali ke Bapa. Jalan untuk itu adalah jalan kasih. Kita hayati hidup ini dalam mutu kasih Allah Yang Agung," katanya.
Ibadah ekaristi Malam Paskah oleh umat Katolik di gereja setempat, juga ditandai dengan upacara api, pembaruan janji baptis, dan dimeriahkan dengan lantunan lagu-lagu rohani Katolik dengan syair-syair bertema kebangkitan Yesus Kristus dari kematian di kayu salib.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
