Logo Header Antaranews Jateng

Periksa Kehamilan Secara Rutin Itu Penting

Senin, 30 Maret 2015 17:35 WIB
Image Print
dr. Boy Abidin, SpOG (K), Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan (kanan), Tiffany Pratiwi, Product Manager Prenagen (dua dari kanan), Irene F. Mongkar, Pakar stimulasi anak (tengah), Sylvia L.Gunawan, Business Unit Head Nutrition for Woman (dua dar

Pemeriksaan kehamilan menurut Badan PBB untuk kesehatan (WHO) dapat dilakukan minimal empat kali yakni sekali pada triwulan pertama (0-3 bulan) untuk mengetahui apakah kehamilan berada di rahim atau tidak, sekali pada triwulan kedua (3-6 bulan) untuk mengecek detak jantung, dan dua kali pada triwulan ketiga (7 bulan-jelang persalinan) untuk mengetahui tekanan darah dan berat badan.

Hal tersebut disampaikan Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan dr. Boy Abidin, SpOG (K) yang menjadi salah satu nara sumber rangkaian kampanye "Prenagen sebagai The Caring Expert in Every Motherhood Journey" di Kota Semarang, pada minggu terakhir Maret 2015.

"Preklamsia jarang terjadi di kota-kota besar dan sebaliknya banyak terjadi di daerah perkampungan atau desa," katanya.

Faktor ekonomi dan gizi, lanjut dr Boy, menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada preklamsia yang dapat berisiko pada bayi dan ibunya. Pada bayi, bisa menyebabkan lahir prematur sehingga perkembangan otak belum optimal dan berat badan bayi rendah.

Sementara risiko bagi ibu yang terkena preklamsia, dampaknya cukup fatal seperti kejang, koma, stroke, dan kelumpuhan atau cacat.

Gangguan hipertensi ini biasanya terjadi pada paruh kedua kehamilan dan dapat mengancam keselamatan jika tidak tertangani dengan tepat.

Product Manager Prenagen Tiffany Pratiwi mengakui bahwa angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi, sehingga Prenagen dari tahun 2011 terus melakukan edukasi kepada para calon ibu yang dikemas dalam "Prenagen Pregnancy Educational Journey" di 10 kota.

"Sebelumnya sudah digelar di Bandung dan Semarang ini menjadi kota kedua yang dipilih untuk tempat kegiatan. Selanjutnya akan digelar di Yogyakarta, Denpasar, Surabaya, Medan, Makasar, Pekanbaru, Palangkaraya, dan Jakarta," katanya.

Pakar stimulasi anak Irene F. Mongkar yang menjadi nara sumber lainnya dalam kesempatan tersebut menambahkan biasanya para ibu khawatir dengan proses melahirkan terutama ibu yang baru akan melahirkan pertama kali.

"Perasaan khawatir dan takut membuat tubuh bereaksi negatif terhadap proses kelahiran, sehingga yang diperlukan adalah berpikir positif selama hamil hingga proses melahirkan. Ibu yang tenang dan nyaman serta selalu berpikir positif, akan menjadikan bayinya juga tenang," katanya.

Sylvia L.Gunawan, Business Unit Head Nutrition for Woman menambahkan target edukasi kepada para ibu dalam Prenagen Pregnancy Educational Journey tahun ini, diharapkan bisa mencapai 500 orang di setiap kota.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026