
Panen Raya, Harga Beras Optimistis Turun

"Dengan adanya panen raya maka kenaikan harga beras saat ini bisa segera ditekan," kata Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono di Semarang, Senin.
Dia mengatakan kenaikan harga beras jenis premium terjadi karena stok dari panen tahun lalu sudah mulai habis.
Selain itu, katanya, karena menyesuaikan cuaca yang berlangsung maka waktu tanam mengalami kemunduran.
"Kalau waktu tanam mundur otomatis jadwal panen juga mundur, ini yang akhirnya berakibat pada kenaikan harga beras," katanya.
Pihaknya berharap, harga beras bisa segera turun dalam beberapa hari mendatang mengingat sejumlah daerah sudah mulai melakukan panen meski belum dalam jumlah banyak. Beberapa daerah yang sudah panen, di antaranya Demak, Pati, dan Sragen.
Sebagai upaya untuk menekan harga saat ini, Bulog Jateng mempercepat penyaluran beras miskin (raskin) ke masyarakat.
Dia menjelaskan keterlambatan penyaluran raskin pada Januari lalu juga berpotensi menjadi penyebab kenaikan harga beras saat ini.
"Saat itu memang kami menunggu kepastian dari pemerintah terkait penyaluran raskin pada bulan Januari. Hal itu berdampak pada terkendalanya penyaluran raskin," katanya.
Oleh karena itu, setelah menerima keputusan bahwa program raskin dilanjutkan, Bulog Jateng segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat jadwal penyaluran.
Jatah raskin pada Januari diberikan pada awal Februari dan jatah raskin pada Februari disalurkan di pertengahan bulan ini sehingga penyaluran untuk bulan berikutnya dapat lancar sesuai jadwal.
"Mengenai kemungkinan dilakukannya operasi pasar, kami masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Pada dasarnya Bulog Divre Jateng siap melakukan operasi pasar kapan saja," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
