Logo Header Antaranews Jateng

Enam Desa di Temanggung KLB DBD

Senin, 23 Februari 2015 15:52 WIB
Image Print
ilustrasi--Fogging DBD. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Kasi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit, Dinkes Kabupaten Temanggung Sukamsih di Temanggung, Senin, mengatakan status KLB tersebut di Desa Soropadan dan Ngipik Kecamatan Pringsurat, Nguwet dan Bengkal Kecamatan Pringsurat, Kertosari Kecamatan Temanggung, dan Tlogopucang Kecamatan Kandangan.

Ia menyebutkan di Desa Soropadan terdapat 11 kasus DBD, Ngipik empat kasus, Nguwet 10 kasus, Bengkal enam kasus, Kertosari tiga kasus, dan Tlogopucang empat kasus.

"Sejumlah desa tersebut dinyatakan KLB DBD karena ada penularan kasus lebih dari satu dan sebelumnya belum pernah ada," katanya.

Ia mengatakan penderita DBD di Kabupaten Temanggung pada Januari hingga 23 Februari 2015 tercatat 70 kasus.

Menurut dia, jumlah kasus DBD tersebut meningkat tajam dibandingkan dengan periode yang sama, Januari-Februari 2014, yang hanya terjadi 29 kasus.
"Kami terus memantau daerah yang dinyatakan KLB, pantauan mengenai perkembangan jumlah kasus baru penyakit akibat gigitan aedes aegypti ini," katanya.

Ia mengatakan daerah yang dinyatakan KLB dilakukan pemberantasan melalui pengasapan, sedangkan untuk daerah yang bukan KLB, pihaknya meminta masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan agar tidak dijadikan sarang nyamuk.

Ia mengatakan sejumlah kecamatan di Temanggung yang merupakan endemik DBD, antara lain Pringsurat, Kranggan, Temanggung, Kedu, Parakan, dan Ngadirejo.

"Sejumlah kecamatan yang lain belum termasuk endemik DBD, karena belum indegenus, yakni menderita DBD karena tertular di luar daerah, terutama mereka yang bekerja atau sekolah di luar Temanggung," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026