Logo Header Antaranews Jateng

83 Warga Banjarnegara Terancam Tanah Retak

Selasa, 10 Februari 2015 16:08 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga mengamati tanah retak. (Foto ANTARA)

"Saat terjadi bencana tanah bergerak di Dusun Panggisari pada hari Minggu (8/2), sebanyak 21 keluarga yang terdiri 83 jiwa sempat mengungsi karena takut," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio di Banjarnegara, Selasa.

Akan tetapi saat ini, kata dia, 83 warga tersebut telah kembali ke rumah masing-masing.

Dia mengimbau warga Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, untuk meningkatkan kewaspadaan karena sejumlah dusun di desa itu rawan bencana tanah bergerak.

"Kalau terjadi hujan lebat lebih dari dua jam, kami minta warga untuk segera mengungsi karena sangat berbahaya," katanya.

Terkait penanganan bencana tanah bergerak di Dusun Panggisari, Catur mengatakan bahwa pihaknya akan memasang bronjong di bagian bawah tanah yang bergerak guna menahan laju gerakan tanah.

Kendati demikian, dia mengakui pemasangan bronjong belum bisa dilakukan secara keseluruhan karena adanya keterbatasan anggaran.

"Yang pasti, di Desa Kalitlaga telah terpasang dua unit alat "landslide early warning system" (LEWS) untuk mengetahui gerakan tanah, satu unit bantuan dari UGM Yogyakarta dan satu unit dari BNPB," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa Kalitlaga Nurhadi mengatakan bahwa luas tanah yang bergerak di Dusun Panggisari mencapai 10 hektare.

"Lokasi tanah bergerak itu berbukit sehingga kalau terjadi gerakan akan mengancam permukiman di bawahnya. Lereng bukit itu sebenarnya telah ditanami tanaman keras seperti albasia," katanya.

Oleh karena karakter tanahnya yang labil, kata dia, gerakan tanah terus terjadi.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026