
Jalur KA Stasiun Cilacap-Pelabuhan Segera Dibenahi

"Pembenahan perlu dilakukan untuk peningkatan angkutan barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, melalui angkutan kereta api. Kami akan benahi secara bertahap dengan jalur rel ke pelabuhan yang masih aktif," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono di Purwokerto, Jumat.
Saat ini, kata dia, jalur rel dari Stasiun Cilacap ke Cilacap Pelabuhan yang masih aktif sepanjang 3,6 kilometer.
Menurut dia, jalur tersebut setiap harinya digunakan untuk angkutan bahan bakar minyak (BBM) jenis avtur dari Depot Pertamina Sleko yang berada di kompleks Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, untuk dikirim ke Rewulu.
Ia mengatakan bahwa jalur rel tersebut masih menggunakan jenis rel R 33 (berat rel sebesar 33 kilogram per meter, red.) serta bantalan besi.
"Rel jenis itu relatif kecil jika dibandingkan dengan rel jenis R 54 (berat rel sebesar 54 kilogram per meter, red.) yang saat ini dipakai di lintas raya," katanya.
Dengan kondisi tersebut, kata dia,, angkutan BBM avtur dari Cilacap Pelabuhan ke Stasiun Cilacap harus dilayani dengan lokomotif jenis D 301 yang juga relatif kecil.
Menurut dia, lokomotif jenis diesel hidrolis tersebut hanya mampu menarik maksimal lima gerbong BBM.
"Padahal, volume angkutan BBM avtur sebanyak 20 gerbong sekali pengisian di Depot Pertamina. Akibatnya, langsiran KA BBM dari dan ke Cilacap Pelabuhan harus dilakukan bolak-balik sampai delapan kali sehari," katanya.
Dalam hal ini, kata dia, empat kali langsiran untuk memasukan gerbong ketel kosongan serta empat kali menarik gerbong ketel yang sudah diisi dan setiap langsiran membawa lima gerbong ketel.
"Target kami untuk peningkatan angkutan, jalur rel ke Cilacap Pelabuhan harus segera bisa dilalui lokomotif besar jenis CC 201," katanya.
Terkait hal itu, Surono mengatakan bahwa PT KAI Daop 5 Purwokerto akan segera melakukan peningkatan kualitas "track" atau jalur ke Cilacap Pelabuhan agar bisa dilalui lokomotif besar jenis CC 201.
Menurut dia, peningkatan kualitas jalur ke Cilacap Pelabuhan itu meliputi penggantian rel dengan yang lebih besar di perlintasan-perlintasan, peninggian "track", perbaikan geometri jalur rel, serta penggantian wesel.
Ia mengatakan bahwa jenis rel yang masih kecil dan beban kendaraan berat di perlintasan-perlintasan area pelabuhan menyebabkan rel ambles rata dengan tanah.
"Kami akan ganti rel di perlintasan-perlintasan tersebut dengan jenis R 42 yang lebih besar dan kokoh serta melakukan peninggian jalur rel. Penggantian rel di perlintasan serta peninggian dan perbaikan geometri 'track' mutlak diperlukan agar jalur rel ke Cilacap Pelabuhan aman dilalui lokomotif besar," tegasnya.
Selain itu, kata dia, PT KAI Daop 5 juga akan menertibkan ruang bebas jalur rel ke Cilacap Pelabuhan karena di beberapa titik terdapat bangunan dan tanaman yang berada di area ruang bebas.
Menurut dia, pihaknya harus meyakinkan syarat ruang bebasnya terpenuhi untuk keamanan karena dimensi lokomotif yang akan lewat lebih besar dari biasanya.
Ia mengatakan bahwa pembenahan dan peningkatan kondisi jalur rel ke Cilacap Pelabuhan diperkirakan memerlukan waktu setidaknya selama dua bulan.
"Pekerjaan ini akan mulai dilaksanakan pertengahan bulan Maret tahun 2015. Saat ini sedang dalam proses pengajuan anggarannya," kata Surono.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa selain angkutan BBM avtur, angkutan pupuk dari gudang pengantongan PT Pupuk Sriwijaya di komplek Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, juga akan diaktifkan kembali.
Menurut dia, angkutan pupuk menggunakan KA dari Cilacap Pelabuhan pernah menunjukkan eksistensinya sekitar 30 tahun lalu dan terhenti sejak pertengahan dekade 80-an.
"Selain peninggian 'track', untuk mengaktifkan kembali jalur tersebut juga diperlukan pemasangan wesel pemindah jalur yang sudah lama dibongkar," katanya.
Ia mengatakan bahwa pembenahan jalur rel ke Cilacap Pelabuhan juga dimaksudkan untuk mendukung program transportasi terpadu laut dan kereta api dari pemerintah.
Menurut dia, jalur rel ini bisa menopang angkutan barang dalam jumlah besar dari dan ke Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, baik komoditas ekspor, impor, maupun angkutan antarpulau.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
