
Talut Timpa Dua Ruang SD, Tiga Orang Terluka

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang Didik Wahyu Nugroho di Magelang, Senin, menyebutkan nama ketiga korban tersebut, yakni Suyud (30) dan Muslih (52) menderita luka ringan serta Sokib (50) mederita patah tulang akibat tertimpa balok.
"Korban atas nama Sokib kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Soerojo Magelang," katanya.
Ia menjelaskan bahwa para korban adalah para pekerja yang sedang memperbaiki ruang perpustakaan SD Candisari.
Didik Wahyu Nugroho mengatakan bahwa talut itu ambrol sekitar pukul 15.30 WIB setelah terjadi hujan di daerah tersebut.
Ia menuturkan bahwa panjang talut yang ambrol tersebut sekitar 35 meter dengan tinggi 7 meter.
"Talut yang ambrol di belakang sekolah tersebut merupakan milik warga menimpa ruang perpustakaan dan ruang guru," katanya.
Selain itu, longsor material berupa tanah dan batu tersebut juga menimbun sebuah sepeda motor.
Ambrolnya talut itu, kata Didik, diduga dibangun tanpa dilengkapi saluran pembungan air sehingga tidak kuat menahan tekanan tanah dan air hujan sehingga jebol.
Kepala Desa Candisari Widodo mengatakan bahwa talut dibangun warga secara gotong royong sekitar dua bulan lalu untuk mencegah longsor.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
