
Pembangunan Sabodam Merapi Ditargetkan Selesai 2015

Pejabat Pembuat Komitmen Pengendalian Lahar Gunung Merapi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Heri Priyanto di Magelang, Kamis, mengatakan dari sebanyak 77 sabodam Merapi yang rusak pascaerusi 2010, saat ini tinggal delapan sabodam yang belum dibangun kembali.
Ia mengatakan hal tersebut usai pertemuan dan pemaparan rencana pembangunan irigasi Punting di Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.
"Masih tersisa delapan sabodam dan akan kami selesaikan pada 2015 dengan anggaran kurang lebih Rp130 miliar," katanya.
Ia menyebutkan delapan sabodam tersebut berada di tiga wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Sleman.
Ia menuturkan dalam rangka rehabilitasi rekonstruksi akibat letusan Merapi 2010, sejak 2012 BBWSO telah melakukan rehap rekon sejumlah sabodam dan tahun 2015 diharapkan telah selesai.
Ia megatakan sabodam merupakan sebuah bangunan untuk pengendalian banjir jika terjadi hujan di puncak Merapi.
"Sebenarnya pembangunan sabodam bukan ke irigasi, intinya ke pengendalian banjir. Tetapi karena di lokasi tersebut ada potensi air dan memungkinkan untuk disalurkan maka dialokasikan untuk pembangunan saluran air," katanya.
Ia mengatakan, dari delapan sabodam yang akan dibangun tersebut adalah sabodam Punting di aliran Sungai Pabelan di perbatasan Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Boyolali.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
