Logo Header Antaranews Jateng

Boyolali Surplus Jagung 81.770 Ton

Rabu, 10 September 2014 14:54 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petani memanen jagung di Desa Harjosari, Tegal, Jateng. ANTARAFOTO/Oky Lukmansyah/ss/Spt/13

"Produksi tanaman jagung di Boyolali mencapai 123 ribu ton per tahun, dan ini mengalami surplus 81.770 ton. Karena, kebutuhan jagung hanya mencapai 41.230 ton per tahun," kata Seno Samodro di sela acara panen raya jagung benih varietas unggul di Desa Karangduren Sawit Kabupaten Boyolali, Rabu.

Seno Samondro yang mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam "Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan 2014" guna meningkatkan dan mengembangkan benih varietas unggul bermutu untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan tersebut secara simbolis memanen jagung hebrida ada 20 varietas.

"Kami berharap dengan panen raya jagung benih varietas unggul yang bermutu itu mampu meningkatkan produksi di Boyolali," katanya.

Menurut dia, produksi tanaman pangan unggulan di Boyolali jenis padi juga mengalami surplus rata-rata sekitar 50.000 ton per tahun, dan pada 2013 surplus 55.750 ton dari total 267.220 ton setara beras. Produksi padi 2011-2013 meningkat rata-rata 5,79 persen per tahun. Produksi tanaman palawija lainnya yakn ketela pohon juga surplus sekitar 120.000 ton per tahun.

Bupati menjelaskan, sebagai informasi sektor pertanian di Boyolali memberi kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) terbesar di Boyolali, yakni sekitar 35,76 persen, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,63 persen per tahun, laju inflasi sekitar 3,45 persen, dan PDRB sebanyak 4,7 triliun.

Jumlah pendudukan di Boyolali sebanyak 959.217 jiwa dan sekitar 13,45 persen kondisi miskin. Dalam tiga tahun penduduk miskin mengalami penurunnya yakni mencapai sekitar 4,02 persen per tahun.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026