Logo Header Antaranews Jateng

Pertamina Jateng-DIY Kendalikan Konsumsi BBM

Senin, 25 Agustus 2014 21:23 WIB
Image Print

"Sebagai contoh untuk wilayah Marketing Operation Region IV Jawa Tengah & DIY hingga 23 Agustus 2014 data sementara realisasi konsumsi BBM bersubsidi mencapai 65 persen dari kuota tahun 2014," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir melalui rilisnya, Senin.

Sebagai rinciannya untuk realisasi konsumsi premium bersubsidi di Jawa Tengah dan DIY masing-masing telah mencapai 67 persen, sedangkan realisasi konsumsi solar bersubsidi di wilayah Jawa Tengah sudah mencapai 60 persen dan DIY 61 persen dari kuota tahun 2014.

Menurut dia, sebagai inisiatif pelayanan kepada masyarakat, Pertamina telah menyiapkan subtitusi BBM dengan menyediakan BBM nonsubsidi kepada masyarakat.

Karena itu, masyarakat tidak perlu merasa panik karena Pertamina berupaya menyediakan BBM nonsubsidi untuk mengantisipasi habisnya kuota di SPBU tertentu pada hari tersebut.

Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM nonsubsidi di antaranya pertamax, pertamax plus, pertamina dex dan solar nonsubsidi.

"Sampai dengan 23 Agustus 2014 data sementara realisasi konsumsi BBM nonsubsidi di wilayah Jateng & DIY mengalami kenaikan 4,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL, sesuai dengan amanat tersebut maka Pertamina berupaya melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014.

Pemerintah telah menggariskan kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang telah ditetapkan. Dengan kondisi tersebut maka hanya ada dua pilihan.

Pertama, yaitu menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun yaitu medio November untuk Solar dan medio Desember untuk Premium sehingga membuat masyarakat harus membeli BBM nonsubsidi hingga akhir tahun.

Sementara pilihan kedua adalah mengatur atau mengendalikan suplai BBM bersubsidi setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026